Pemerintah Gampong Lamlagang, Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, kini menerapkan sistem pelayanan administrasi berbasis dusun. Inovasi ini bertujuan untuk mempermudah warga dalam mengurus berbagai keperluan surat-menyurat, sekaligus memastikan proses yang lebih tertib dan terkoordinasi.

Keuchik Gampong Lamlagang, Ikhfan, menjelaskan bahwa setiap warga yang membutuhkan layanan administrasi kini harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Ulee Jurong atau Kepala Dusun. Setelah mendapatkan rekomendasi, barulah warga dapat melanjutkan pengurusan ke kantor keuchik.

“Pelayanan kami lancar dan tidak mempersulit warga. Warga langsung menjumpai Pak Kadus atau Ulee Jurong, lalu dengan rekomendasi tersebut langsung ke kantor keuchik ke bidang pemerintahan untuk dibuatkan surat yang diperlukan, seperti surat keterangan fakir miskin atau kurang mampu,” ujar Ikhfan kepada Pintoe.co pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Pengembangan Ekonomi dan Pendidikan

Selain fokus pada pelayanan administrasi, Pemerintah Gampong Lamlagang juga aktif mengembangkan program pemberdayaan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG). Program-program ini mencakup sektor peternakan sapi dan kegiatan di bidang ketahanan pangan. BUMG Lamlagang juga dipercaya mengelola distribusi gas LPG 3 kilogram, yang telah berjalan selama enam bulan terakhir, untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Di sektor pendidikan, Gampong Lamlagang memiliki Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Desa serta Taman Kanak-kanak (TK) Aminah yang dikelola oleh sebuah yayasan. Setiap tahun, pengurus yayasan secara rutin menyampaikan laporan perkembangan dan evaluasi kepada keuchik dan Tuha Peut Gampong, memastikan transparansi dan akuntabilitas.

Pembinaan Generasi Muda dan Kegiatan Sosial

Meskipun sejumlah program pelatihan kepemudaan sempat terdampak pemotongan dana desa, Pemerintah Gampong Lamlagang tetap berkomitmen melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan rutin tersebut antara lain peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia setiap 17 Agustus yang diisi dengan beragam perlombaan, kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW, pelaksanaan Nuzulul Qur’an, perlombaan keagamaan, serta tradisi membaca Dala’il Khairat setiap malam Jumat.

Pembinaan generasi muda juga menjadi prioritas utama pemerintah gampong. Upaya ini dilakukan melalui pengawasan lingkungan dan edukasi intensif untuk menjauhkan remaja dari bahaya narkoba, judi online, dan kebiasaan merokok di usia sekolah. Ikhfan menegaskan bahwa pihaknya, bersama petugas Perlindungan Masyarakat (Linmas), secara aktif melakukan pengawasan terhadap pelajar yang kedapatan merokok di lingkungan gampong.

“Kalau ada anak-anak SMP atau SMA yang kedapatan merokok di depan kita, langsung kita suruh buang rokoknya. Kita sampaikan ke mereka untuk membeli minuman atau kopi saja, jangan merokok,” tegas Ikhfan.

Menurutnya, pengawasan ketat ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah gampong dalam membina dan melindungi masa depan generasi muda.

Dengan jumlah penduduk yang hampir mencapai 5.000 jiwa, termasuk warga pendatang, Gampong Lamlagang mengadopsi sistem otonomi dusun. Dalam kerangka sistem ini, setiap kepala dusun diberi kewenangan penuh untuk mengayomi dan memantau wilayah masing-masing. Berbagai perkembangan dan permasalahan kemudian dilaporkan kepada keuchik, guna menjaga kehidupan masyarakat tetap aman, rukun, dan damai.