BANDA ACEH – Pemerintah Gampong Ilie Ulee Kareng, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, tetap berkomitmen mempertahankan berbagai layanan penting bagi masyarakat. Langkah ini diambil di tengah tantangan keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana desa, yang memaksa penundaan sejumlah program lain.

Keuchik Gampong Ilie Ulee Kareng, Zahul Amri, menjelaskan bahwa pemerintah gampong berupaya keras memprioritaskan program yang memberikan manfaat langsung kepada warga. “Petugasnya berasal dari masyarakat sendiri. Setiap dusun mengirimkan satu orang dan mereka bekerja bersama-sama membersihkan lingkungan,” ujar Zahul kepada Pintoe.co pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Prioritas Layanan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Meskipun demikian, Zahul mengakui bahwa keterbatasan anggaran telah menghambat realisasi beberapa rencana, termasuk program pemberdayaan pemuda. Namun, pelayanan dasar tetap menjadi fokus utama dan terus berjalan.

Salah satu program yang dipertahankan adalah patroli kebersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan empat petugas, masing-masing satu dari Dusun Tengku Chik, Dusun Kuta Alam, Dusun Meunasah Tuha, dan Dusun Jeurat Manyang. Setiap pekan, para petugas secara rutin membersihkan area gampong, mulai dari rumput liar hingga ranting pohon yang berpotensi mengganggu akses jalan warga. Program ini bertujuan menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Selain itu, pemerintah gampong juga secara konsisten menjalankan program pasar murah melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) menjelang Ramadan. Program ini menyediakan paket kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gula pasir, dan teh dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar umum.

Zahul menyatakan bahwa program pasar murah mendapat sambutan sangat positif dari masyarakat. “Seluruh paket yang disediakan habis terjual karena membantu warga memenuhi kebutuhan pokok menjelang bulan puasa,” katanya.

Semangat Gotong Royong dan Transparansi Pemerintahan

Gampong Ilie Ulee Kareng, yang dihuni sekitar 1.200 kepala keluarga, juga terus memupuk semangat gotong royong di kalangan warganya. Hal ini terlihat jelas saat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada Iduladha tahun ini, di mana sebanyak 40 ekor hewan kurban berhasil disembelih berkat kerja sama aktif dari warga berbagai dusun.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Dengan kebersamaan yang ada, seluruh proses penyembelihan dapat diselesaikan dengan baik,” tutur Zahul.

Zahul Amri, yang mulai menjabat sebagai keuchik pada Februari 2026, menegaskan komitmen pemerintah gampong untuk mengedepankan tata kelola pemerintahan yang transparan. Ia juga menekankan pentingnya musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan terkait pembangunan gampong.

Ia berharap, berbagai program yang saat ini belum dapat direalisasikan akibat keterbatasan anggaran dapat kembali dijalankan pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat Gampong Ilie Ulee Kareng dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan.