Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada pangan, yang disebutnya sebagai kunci utama kesejahteraan rakyat Indonesia. Untuk mengakselerasi target tersebut, pemerintah menyiapkan teknologi kloning sapi sebagai strategi utama demi mengejar swasembada daging nasional.
Rencana ambisius ini disampaikan Prabowo saat membacakan Pidato Kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Jakarta Pusat, Minggu, 16 Agustus 2026.
“Kita perlu sapi yang banyak. Dengan teknologi kloning, kita bisa memperbanyak populasi ternak kita,” ujar Prabowo dalam pidatonya.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga membeberkan bahwa hingga tahun 2026, Indonesia telah berhasil mencapai swasembada untuk delapan komoditas pangan utama. Pencapaian ini bahkan telah mendapatkan pengakuan internasional.
Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan
- Beras
- Jagung
- Gula konsumsi
- Daging ayam
- Telur ayam
- Bawang merah
- Cabai besar
- Cabai rawit
Menariknya, target swasembada beras berhasil dicapai jauh lebih cepat dari perkiraan awal, yakni hanya dalam satu tahun pemerintahan dari target empat tahun. Prabowo mengungkapkan, kunci sukses lompatan ini terletak pada perombakan besar-besaran di sistem distribusi pupuk.
Pemerintah berani memangkas 145 aturan birokrasi yang selama ini menyulitkan petani, sehingga harga pupuk dapat ditekan hingga 20 persen.
“Untuk pertama kali dalam sejarah RI, harga pupuk turun dan pada saat yang sama pasokan volume ketersediaan pupuk untuk rakyat justru bertambah. Rakyat kini mudah mendapatkan pupuk, produksi meningkat, dan kita bisa lebih cepat mencapai swasembada pangan,” tegasnya.
Target Swasembada Daging 5-6 Tahun Lagi
Meski mencatatkan hasil positif pada delapan komoditas, Presiden Prabowo secara jujur mengakui bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah besar di sektor peternakan, khususnya daging sapi dan komoditas bawang putih.
“Saudara-saudara, kita memang masih belum swasembada daging. Ini yang akan terus kita kerjakan dan InsyaAllah bisa kita capai dalam 5 hingga 6 tahun ke depan,” ungkapnya.
Pemanfaatan teknologi kloning sapi inilah yang akan diandalkan sebagai senjata utama untuk menggenjot populasi sapi lokal secara masif dalam beberapa tahun mendatang, demi mewujudkan target swasembada daging nasional.




