Pembalap tim Repsol Honda, Luca Marini, menyuarakan kekhawatirannya terkait padatnya agenda balap MotoGP musim 2026. Menurut Marini, persoalan utama bukan hanya terletak pada banyaknya seri balapan, melainkan juga minimnya waktu yang tersedia bagi para pembalap untuk memulihkan kondisi fisik sebelum menghadapi musim berikutnya.
Marini menyoroti bahwa jeda antarlomba yang ada saat ini belum cukup memberikan ruang istirahat yang optimal. Terlebih lagi, setelah musim balap berakhir, para pembalap masih harus menjalani serangkaian agenda pengujian yang krusial untuk mempersiapkan motor mereka menghadapi musim baru, yang semakin mempersempit waktu istirahat.
Menanggapi kondisi ini, pembalap asal Italia tersebut berharap agar format kalender MotoGP dapat diatur ulang. Ia mengusulkan agar balapan dapat dibuat lebih berdekatan, sehingga jeda musim dingin bisa diperpanjang dan memberikan waktu istirahat yang lebih memadai bagi para pembalap.
Jeda Musim Dingin yang Lebih Panjang adalah Kebutuhan
“Menurut saya, jadwal MotoGP tahun ini belum ideal. Akan lebih baik balapan dibuat lebih rapat sehingga jeda musim dingin bisa diperpanjang dan kami memiliki waktu istirahat yang lebih memadai,” jelas Marini, Minggu (16/8/2026).
Bagi Marini, waktu kosong yang lebih panjang bukan sekadar kesempatan untuk berlibur. Periode tersebut sangat krusial bagi pembalap untuk mengembalikan kondisi tubuh secara menyeluruh, sekaligus melakukan persiapan khusus yang intensif dalam menghadapi tantangan musim baru.
Ia menambahkan, “Saat ini, waktu yang tersedia sangat terbatas. Kami tidak benar-benar memiliki kesempatan untuk memulihkan kondisi tubuh sekaligus mempersiapkan diri secara maksimal menghadapi musim berikutnya.” Keluhan Marini ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi para atlet di tengah tuntutan jadwal balap yang semakin ketat.




