Masjid Babun Najah di Gampong Surien, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, tetap berdiri kokoh saat gempa dan tsunami Aceh 2004. Bangunan bersejarah ini kini menjadi simbol kuat kebersamaan dan semangat gotong royong masyarakat setempat yang terus diwujudkan melalui berbagai upaya pengembangan potensi ekonomi dan lingkungan.
Sekretaris Gampong Surien, Razwan Firdaus, menjelaskan bahwa Masjid Babun Najah memiliki nilai historis yang mendalam bagi warganya. “Masjid Surien sangat bersejarah karena dulu dibangun dengan hasil swadaya masyarakat. Dibangun bersama secara bergotong royong oleh nenek moyang kami. Hingga saat tsunami, masjid ini tetap utuh dan tidak hancur diterjang gelombang. Setelah tsunami, bangunannya tidak jauh berbeda, hanya ada penambahan seperti tempat wudu dan teras,” kata Razwan kepada Pintoe.co pada Kamis, 30 Juli 2026.
Bagi masyarakat Gampong Surien, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah, melainkan warisan para pendahulu yang merepresentasikan semangat kebersamaan. Semangat tersebut terus dijaga oleh pemerintah gampong dalam mengelola Gampong Surien yang memiliki luas 62 hektare dan dihuni 2.045 jiwa dalam 645 kepala keluarga yang tersebar di empat dusun.
Penguatan Ekonomi Melalui BUMG dan Potensi Perairan
Pemerintah Gampong Surien mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) Adil Sejahtera untuk mendukung perekonomian warganya. BUMG ini fokus pada program ketahanan pangan, khususnya pemeliharaan dan penggemukan ternak sapi serta kambing.
Razwan mengungkapkan, BUMG saat ini mengelola tujuh ekor induk sapi beserta tujuh anak sapi, serta 14 ekor kambing. Hewan ternak tersebut dipelihara di kandang yang berada di gampong maupun di masing-masing dusun oleh warga yang bersedia bekerja sama. “Saat ini BUMG Gampong Surien sedang melaksanakan program ketahanan pangan, yaitu pemeliharaan atau penggemukan ternak sapi dan kambing. Kandangnya terletak di Gampong Surien dan masing-masing dusun. Yang penting yang sanggup melaksanakan, yang bisa bekerja sama itu diberi,” ujarnya.
Selain peternakan, kawasan perairan di sekitar Gampong Surien juga menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian masyarakat. Waduk potensi yang mengalir di desa ini dimanfaatkan warga untuk menjala ikan, menjaring udang, hingga mengelola kepiting. Budidaya tiram menjadi salah satu komoditas unggulan yang terbukti efektif meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan keluarga di gampong setempat.
Inisiatif Lingkungan: Pengelolaan Sampah Mandiri
Di samping pemanfaatan sumber daya perairan, Pemerintah Gampong Surien juga mengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R). Petugas secara rutin mengangkut sampah dari rumah-rumah warga untuk dipilah di fasilitas penampungan sebelum diangkut secara berkala melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3R) Banda Aceh.
Sebelum pandemi Covid-19, TPS3R Surien aktif memproduksi pupuk organik dan mendukung kelompok masyarakat yang mengolah sampah plastik menjadi berbagai produk kerajinan, seperti tas, dompet, dan pakaian. Namun, keterbatasan anggaran serta kerusakan mesin setelah pandemi membuat aktivitas TPS3R kini difokuskan pada pemilahan dan penjualan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.
Keberadaan Masjid Babun Najah yang tetap bertahan dari terjangan tsunami menjadi pengingat akan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Gampong Surien. Semangat itulah yang terus dihidupkan pemerintah gampong melalui berbagai upaya pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi, dan pengelolaan lingkungan hingga saat ini.




