Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) secara resmi menjatuhkan sanksi berat kepada pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, pada Sabtu, 25 Juli 2026. Mantan pelatih Timnas Indonesia itu dilarang beraktivitas di sepak bola Korea Selatan selama 10 tahun. Hukuman ini terkait kontroversi dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan Shin Tae-yong saat menangani klub Ulsan HD pada periode Agustus hingga Oktober 2025.

Sanksi tersebut menjadi pukulan telak bagi karier Shin di negara asalnya. Namun, KFA memastikan bahwa hukuman ini tidak akan memengaruhi posisinya sebagai pelatih Persija Jakarta di Indonesia, mengingat larangan hanya berlaku di wilayah Korea Selatan.

Kronologi Kasus Kekerasan di Ulsan HD

Kasus ini bermula ketika Shin Tae-yong ditunjuk sebagai pelatih Ulsan HD pada Agustus 2025. Namun, masa kerjanya di klub tersebut hanya berlangsung singkat, sekitar dua bulan. Ia dipecat pada Oktober 2025 menyusul penurunan performa klub dan konflik internal yang terjadi.

Belakangan, muncul tuduhan bahwa Shin melakukan kekerasan dan penghinaan terhadap sejumlah pemain. Situasi semakin memanas setelah sebuah video yang memperlihatkan Shin menampar bek Ulsan, Jung Seung-hyun, beredar luas di media sosial. Menanggapi insiden tersebut, Jung Seung-hyun kemudian angkat bicara, menyatakan bahwa “perilaku tersebut tidak pantas di era modern.”

KFA Jatuhkan Tiga Sanksi Utama

Menyusul penyelidikan mendalam selama delapan bulan yang dilakukan bersama Pusat Etika Olahraga di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan, KFA akhirnya menjatuhkan hukuman kepada Shin Tae-yong. Ada tiga sanksi utama yang dijatuhkan, yaitu:

  • Larangan melatih selama 10 tahun.
  • Larangan terlibat dalam kompetisi sepak bola Korea dalam kapasitas apa pun.
  • Pengusiran permanen dari klub di lingkungan sepak bola Korea Selatan.

Meskipun demikian, KFA memilih untuk tidak mengungkapkan secara detail bentuk hukuman tersebut, dengan alasan dianggap sebagai informasi pribadi yang sensitif. KFA juga menegaskan kembali bahwa hukuman ini hanya berlaku di wilayah Korea Selatan, sehingga aktivitas kepelatihan Shin di luar negeri tidak terpengaruh.

Tanggapan Shin Tae-yong

Menanggapi hukuman berat ini, Shin Tae-yong mengaku “merasa diperlakukan tidak adil.” Ia menyatakan memiliki bukti kuat untuk membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Namun, Shin memilih untuk tidak mengungkapkannya demi menjaga situasi sepak bola di Korea Selatan dan melindungi para pemain didiknya.