Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, angkat bicara terkait kabar ancaman hukuman berat dari Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA). Meski merasa diperlakukan tidak adil, pelatih asal Korea Selatan itu memilih menahan diri dan tidak membuka seluruh fakta yang diketahuinya kepada publik.

Sejumlah media Korea Selatan, termasuk Channel A, melaporkan bahwa KFA telah menggelar sidang Komite Disiplin untuk menentukan sanksi terhadap Shin Tae-yong. Hukuman yang dibahas disebut sangat berat, mulai dari skorsing hingga 10 tahun, pencabutan status keanggotaan asosiasi, larangan mendampingi pertandingan, hingga pemecatan permanen dari keanggotaan KFA.

Kasus tersebut diduga kuat berkaitan dengan periode saat Shin Tae-yong menangani Ulsan HD pada Agustus hingga Oktober 2026. Dalam laporannya, Channel A menyebut Shin Tae-yong diterpa sejumlah tudingan serius, seperti perselisihan dengan pemain, dugaan melakukan kekerasan, hingga isu bermain golf saat tim menjalani laga tandang.

Sebelumnya, pada Mei 2026, Pusat Etika Olahraga Korea di bawah Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan juga dikabarkan telah menjatuhkan sanksi kepada Shin Tae-yong. Namun, sanksi tersebut disebut hanya berlaku di wilayah Korea Selatan sejak pemberitahuan resmi disampaikan.