Pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona di Kabupaten Aceh Tenggara telah mencapai 43,25 persen per pertengahan Juli 2026. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan proyek vital ini rampung pada 31 Desember 2026, guna memulihkan konektivitas masyarakat yang sempat terputus akibat banjir besar.
Jembatan yang membentang di atas Sungai Alas ini merupakan akses krusial yang menghubungkan tiga kecamatan, yakni Lawe Alas, Tanoh Alas, dan Babul Rahman. Infrastruktur ini mengalami kerusakan berat hingga putus akibat banjir besar pada akhir 2025, mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik di wilayah tersebut.
Meskipun berstatus aset Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara, pembangunan kembali Jembatan Pantai Dona diambil alih oleh Kementerian PU. Proyek ini dimulai pada 10 Desember 2025 dan dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) bersama penyedia jasa lokal, sebagai bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana.
Pemerintah Pusat Percepat Pemulihan Infrastruktur
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana di Aceh. Koordinasi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan terus dilakukan.
“Jalan nasional sudah kembali fungsional 100% dan penanganan permanen terhadap jembatan-jembatan daerah yang masih bersifat temporer akan dipercepat agar konektivitas pulih sepenuhnya. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga, dan seluruh pihak terkait agar pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan lebih cepat dan terintegrasi,” kata Dody dalam keterangan tertulis Kementerian PU.
Jembatan Pantai Dona berlokasi di Desa Salim Pinim, Kecamatan Tanoh Alas, Kabupaten Aceh Tenggara, pada ruas Simpang Semadam–Lawe Alas. Pentingnya jembatan ini bagi perekonomian dan sosial masyarakat menjadi alasan utama percepatan penanganannya.
Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, memastikan progres pengerjaan hingga pertengahan Juli berjalan sesuai target. “Pekerjaan terus dilanjutkan dan progresnya masih sesuai target. Diharapkan dengan penanganan Jembatan Pantai Dona akan menghubungkan kembali konektivitas masyarakat yang sempat terputus akibat bencana,” ujar Zulkarnaini.
Saat ini, pekerjaan konstruksi masih berlanjut, mencakup pemancangan fondasi, pembesian, pengecoran, serta penyiapan sejumlah titik pembangunan. Diharapkan, penyelesaian proyek ini dapat segera mengembalikan kelancaran aktivitas warga di tiga kecamatan tersebut.




