Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) terlibat dalam diskusi sengit mengenai implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Perdebatan ini terjadi dalam forum diskusi publik bertajuk ‘Dua Sisi’ pada Jumat, 17 Juli 2026, yang mempertemukan Kepala Bakom RI Muhammad Qodari dengan Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan adalah penggunaan anggaran pendidikan untuk membiayai program MBG. Fathimah Azzahra, mewakili BEM UI, secara tegas menyoroti alokasi dana tersebut.
Mahasiswa UI Pertanyakan Anggaran MBG dari Sektor Pendidikan
Fathimah mulanya mengkritisi anggaran program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, dana yang dialokasikan untuk program nasional tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan lebih optimal untuk sektor pendidikan.
“Bagi kami sama karena masih menggunakan sama-sama anggaran pendidikan,” kata Fathimah dalam forum tersebut. Ia melanjutkan, “Jadi, ini semua sebetulnya masih terkait dengan pendidikan karena anggarannya dari sama-sama pendidikan.”
Menanggapi pandangan tersebut, Muhammad Qodari selaku Kepala Bakom RI berupaya meluruskan perspektif Fathimah mengenai program MBG sebagai bagian integral dari upaya peningkatan kualitas pendidikan.
Qodari Beberkan Data: 56 Persen Siswa Masuk Sekolah dalam Keadaan Lapar
Qodari memaparkan data yang ia terima, menunjukkan fakta mengejutkan bahwa sekitar 56 persen siswa masuk ke sekolah dalam keadaan lapar. Data ini menjadi dasar argumennya untuk menjelaskan urgensi program MBG.
Kepala Bakom RI itu kemudian menyoroti fenomena yang kerap terjadi sebelum adanya program MBG. Ia menilai, tidak sedikit siswa sekolah yang mengalami kesulitan fokus saat belajar di dalam kelas, salah satunya disebabkan oleh kondisi belum makan.



