Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, menegaskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah berjalan sesuai perencanaan. Qodari menanggapi unggahan viral di media sosial yang menarasikan bangunan Kopdes Merah Putih seperti swalayan yang akan tutup, memastikan bahwa narasi tersebut keliru.

“Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Pertama, Koperasi Merah Putih sudah jalan, seperti beberapa program Presiden lainnya, program itu ada kategori transisi dan permanen,” ujar Qodari saat menjadi bintang tamu dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026 lalu.

Pastikan KDKMP Berjalan Sesuai Tahapan

Qodari menerima mandat untuk memastikan narasi pemerintah pusat tersampaikan secara utuh, adaptif, dan berbasis data kepada masyarakat. Saat ini, program KDKMP menjadi salah satu sorotan utama publik.

Ia menjelaskan, KDKMP memiliki tahapan implementasi. Sebagai contoh, Qodari menceritakan kunjungannya ke Padang, di mana KDKMP dimanfaatkan sebagai sentra penampungan produksi madu oleh masyarakat. Madu tersebut kemudian diolah dan dipasarkan, menghasilkan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.

Untuk koperasi permanen yang sudah memiliki bangunan fisik, Qodari mengungkapkan bahwa baru 1.061 koperasi yang telah diresmikan. “Nah, menuju ke 40.000 sesuai proyeksi Menteri Koperasi di tahun 2026, itu masih berproses. Kalau bangunan udah jadi, itu ada tahapannya. Tahapannya tentu letak display, abis itu masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya,” sambungnya.

KDKMP untuk Penghematan dan Penyerapan Tenaga Kerja

Lebih lanjut, Qodari menegaskan bahwa KDKMP merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat menghemat pengeluaran. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja di berbagai daerah.