Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite melanda sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/7/2026). Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan sebagian warga mengaku harus menunggu hingga berjam-jam untuk mendapatkan pasokan.

Antrean kendaraan mulai terlihat sejak pagi hari dan didominasi oleh sepeda motor, mobil pribadi, hingga kendaraan angkutan umum. Di beberapa SPBU, barisan kendaraan memanjang hingga keluar area pengisian, menyebabkan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi.

Sejumlah warga mengungkapkan, mereka terpaksa berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya lantaran stok BBM di beberapa titik telah habis. Situasi ini membuat waktu yang dibutuhkan untuk mengisi bahan bakar menjadi lebih lama dari biasanya.

Aktivitas Masyarakat Terganggu

Kelangkaan Pertalite turut mengganggu aktivitas harian masyarakat. Tidak sedikit pengendara yang harus mengantre selama beberapa jam demi memperoleh bahan bakar untuk bekerja maupun menjalankan usaha. Beberapa warga berharap distribusi BBM dapat segera kembali normal agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Dampak Kelangkaan BBM

Antrean panjang di SPBU tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga mulai menimbulkan dampak pada berbagai sektor. Beberapa dampak yang mulai dirasakan antara lain:

  • Kemacetan di sekitar SPBU akibat antrean kendaraan yang memanjang.
  • Aktivitas masyarakat terganggu karena banyak waktu terbuang untuk mengantre.
  • Operasional pelaku usaha dan transportasi menjadi kurang optimal.
  • Meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM dalam beberapa hari ke depan.

Meski demikian, sebagian warga tetap memilih untuk mengantre di SPBU resmi dibanding membeli BBM dari sumber yang tidak resmi atau eceran.

Penyebab Masih Ditelusuri, Pemerintah Berupaya Normalisasi

Hingga saat ini, penyebab pasti kelangkaan BBM di sejumlah SPBU Medan masih menjadi perhatian pihak terkait. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying agar distribusi BBM dapat berjalan lebih merata.

Pemerintah bersama pihak terkait terus berupaya memastikan pasokan BBM kembali normal secepat mungkin. Evaluasi terhadap sistem distribusi dan penyaluran juga dilakukan guna mencegah antrean panjang berlanjut di masa mendatang. Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses pengisian bahan bakar berlangsung untuk menjaga ketertiban dan mengurangi kepadatan di area SPBU.