Polresta Surakarta bersama Unit Reskrim Polsek Banjarsari kini tengah mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang tega meninggalkan seorang bayi di toilet Kereta Api (KA) Sancaka 84B. Bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan pada Sabtu pagi, 4 Juli 2026, tak lama setelah kereta berangkat dari Stasiun Yogyakarta menuju Surabaya Gubeng. Kasus penemuan bayi ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian.
Penyelidikan Intensif Polisi
Kapolsek Banjarsari Kompol Harno, mewakili Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, menyatakan bahwa serangkaian langkah penyelidikan telah dan sedang dilakukan. “Serangkaian penyelidikan masih dilakukan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, pengumpulan barang bukti, penelusuran rekaman CCTV, hingga berkoordinasi dengan pihak PT KAI Daop 6 Yogyakarta untuk mengungkap pelaku,” ujar Kompol Harno pada Minggu, 5 Juli 2026.
Bayi malang yang ditemukan di toilet KA Sancaka tersebut kini telah mendapatkan penanganan medis. “Saat ini bayi tersebut telah mendapatkan perawatan intensif di RS Bhayangkara Surakarta, untuk menjamin keselamatan dan kesehatannya,” tambah Harno.
Pihak kepolisian juga mengharapkan partisipasi aktif dari masyarakat. “Kami mengimbau kepada masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melaporkannya kepada kepolisian,” kata Harno. Ia menegaskan, “Informasi dari masyarakat sangat dibutuhkan guna membantu proses penyelidikan sehingga pelaku dapat segera ditemukan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”
Kronologi Penemuan
Penemuan bayi di toilet KA Sancaka terjadi sekitar pukul 07.20 WIB. Petugas kereta api segera mengevakuasi bayi tersebut saat KA Sancaka tiba di Stasiun Solo Balapan.




