Penyelidikan terkait penyebab meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau dikenal sebagai dokter Icha, terus bergulir di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga melaporkan dugaan intimidasi yang dialami mendiang sebelum meninggal dunia.

Di tengah proses hukum tersebut, pernyataan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengenai penolakan pendampingan psikolog oleh dokter Icha menuai tanggapan dari pihak keluarga. Agnes Tiara Maharani D. Pakaenoni, salah satu adik dokter Icha, menyayangkan pernyataan tersebut.

Keluarga Tegaskan Dokter Icha Sudah Ditangani Ahli Kejiwaan

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @agnestuara03, pada Minggu, 5 Juli 2026, Tiara yang juga berprofesi sebagai dokter, menegaskan bahwa kakaknya telah mendapatkan penanganan dari ahli kejiwaan.

“Kakak saya sudah ditangani sama ahlinya, spesialis kedokteran jiwa. Jangan membuat statement seolah kakak saya menolak semua pendampingan,” tulis Tiara.

Tiara menambahkan bahwa keluarga selalu mendampingi dokter Icha dan mengetahui persis kondisi yang terjadi. “Kami sekeluarga yang mendampingi, jadi kami tahu persis apa yang terjadi,” lanjutnya.

Ia juga menekankan bahwa kasus kematian kakaknya kini telah memasuki ranah hukum untuk mencari keadilan. “Sekarang kasus ini sudah berproses hukum dan kebenaran akan menemukan jalannya,” tegas Tiara.

Kapolda NTT Sebut Dokter Icha Tolak Pendampingan Psikologis

Sebelumnya, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko menyatakan bahwa dokter Icha sempat menolak tawaran pendampingan dari psikolog Polda NTT. Pernyataan ini disampaikan Rudi kepada awak media di Mapolda NTT pada Sabtu, 4 Juli 2026.

“Sangat disayangkan karena almarhumah menolak dengan jawaban karena sudah ditangani oleh psikiater,” kata Rudi.