Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan obat pengendali hama kepada para petani. Intervensi ini dilakukan menyusul laporan petani di wilayah tersebut yang telah mengalami kegagalan panen atau puso hingga tiga kali berturut-turut.
Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dari BPP Susukan menyalurkan bantuan stimulan berupa obat pengendali hama berbentuk cair kepada sejumlah kelompok tani (poktan) setempat. Langkah ini bertujuan untuk mencegah terulangnya kerugian akibat serangan hama yang merusak tanaman padi.
Obat yang diberikan kepada petani diaplikasikan dengan cara disemprotkan pada tanaman padi yang baru memasuki usia 15 hingga 20 hari setelah tanam (HST). Dalam penggunaannya, satu tangki semprot dengan dosis yang dianjurkan dapat menjangkau lahan seluas satu bau, atau sekitar 7.000 meter persegi.
Menurut petugas PPL BPP Kecamatan Susukan, jenis hama utama yang selama ini menyerang tanaman padi warga adalah penggerek batang. Hama tersebut diketahui merusak jaringan internal batang padi, menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal dan berujung pada kematian.
Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan dan mengendalikan serangan hama sejak dini. Dengan demikian, para petani dapat terhindar dari risiko kerugian materiil sekaligus mendongkrak kembali produktivitas padi pada musim tanam kali ini.
Petugas BPP Susukan juga mengimbau para petani untuk selalu mengikuti petunjuk dosis dan waktu pengaplikasian secara tepat. Selain itu, pemantauan perkembangan vegetatif tanaman di sawah secara berkelanjutan dinilai krusial. Penanganan dan pengendalian hama yang terukur ini diharapkan dapat membantu petani mencapai hasil panen yang jauh lebih optimal pada masa tanam kali ini.




