Ketua Komisi Dua DPRD Jawa Barat, Bambang Mujiarto, menegaskan pentingnya keberlanjutan program bantuan ternak domba. Ia meminta kelompok peternak penerima bantuan untuk mengelola dan mengembangkan aset tersebut sebagai modal usaha, bukan sekadar bantuan sesaat. Penegasan ini disampaikan dalam bimbingan teknis pengembangan ternak domba yang digelar di Padepokan Anti Galau, Kabupaten Cirebon, Kamis, 11 Juni 2026.

Kegiatan bimbingan teknis tersebut turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, serta kelompok peternak dari berbagai wilayah di Kabupaten Cirebon. Bambang Mujiarto menekankan bahwa ternak yang diberikan pemerintah merupakan aset negara yang wajib dijaga dan dikembangkan oleh kelompok penerima.

Menurut Bambang, keberhasilan suatu program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang diterima, melainkan dari kemampuan kelompok dalam menambah populasi ternak dan memperluas manfaatnya kepada masyarakat. Ia mencontohkan, kelompok yang awalnya memiliki dua puluh dua ekor ternak diharapkan mampu meningkatkan populasinya menjadi lima puluh ekor pada tahun berikutnya. Selain itu, jumlah anggota kelompok juga diharapkan bertambah agar dampak program dapat dirasakan lebih luas.

Pola perguliran dan pengembangan ternak, lanjut Bambang, menjadi kunci utama agar program bantuan pemerintah dapat berjalan berkelanjutan dan efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Senada, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Linda Al-Amin, menjelaskan bahwa bantuan ternak dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat selalu diiringi dengan program pelatihan dan pembinaan. Langkah ini bertujuan agar kelompok peternak memiliki kapabilitas dalam mengelola ternak secara baik dan mengembangkan usahanya secara mandiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Cirebon, Deni Nur Cahya, menyambut baik dukungan dari DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap kelompok peternak di wilayahnya. Ia berharap bantuan ternak domba ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus menambah populasi ternak di Kabupaten Cirebon.

Melalui sinergi program bantuan dan bimbingan teknis ini, pemerintah berharap kelompok peternak dapat bertransformasi menjadi unit usaha yang produktif dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima saat ini, tetapi juga oleh masyarakat luas di masa mendatang.