Keluarga Salman Alfarisi di Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah tiga tahun terakhir hidup dalam kepungan banjir rob yang tak kunjung surut. Kondisi memilukan ini memaksa mereka beradaptasi dengan genangan air laut yang terus merendam rumah, membawa serta ancaman serius bagi kesehatan.

Perubahan iklim ekstrem disebut menjadi pemicu utama naiknya permukaan air laut yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga beranggotakan empat orang ini. Sejak tiga tahun lalu, rumah yang mereka tempati tidak pernah benar-benar kering, selalu tergenang air rob.

Untuk dapat beristirahat, Salman bersama kedua orang tua dan saudaranya harus meninggikan tempat tidur agar terhindar dari genangan. Aktivitas sehari-hari di dalam rumah pun sangat terbatas, sebab lantai terus terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 70 sentimeter. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling nyaman, kini berubah menjadi lokasi yang penuh risiko penyakit.

Lingkungan yang lembap dan kotor secara terus-menerus membuat keluarga Salman rentan terhadap berbagai penyakit kulit, infeksi, hingga potensi gangguan kesehatan yang lebih serius. Namun, di tengah keterbatasan ekonomi dan minimnya bantuan yang diterima, mereka tetap berupaya bertahan menjalani kehidupan sehari-hari.

Keluhan yang berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah maupun provinsi kini tak lagi memberikan harapan. Bagi keluarga Salman, mengeluh hanya menjadi kegiatan sia-sia karena hingga saat ini belum ada penanganan nyata untuk mengatasi banjir rob yang terus mengepung tempat tinggal mereka.

Warga Desa Ambulu sangat berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani masalah banjir rob ini. Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya rumah warga yang terancam rusak, tetapi juga mental, kesehatan, dan masa depan ribuan masyarakat pesisir di Desa Ambulu.