Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) mengumumkan perpanjangan masa Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Batch 10 hingga Jumat, 28 Februari 2026. Informasi penting ini disampaikan dalam acara Exclusive Media Gathering & Iftar Night yang berlangsung di Cafe Bowl Coffee Connection, Tebet, Jakarta Selatan, pada Rabu (25/2/2026).
Kegiatan silaturahmi Ramadan tersebut tidak hanya menjadi ajang pertemuan, tetapi juga ruang dialog strategis antara UICI dan awak media. Diskusi berfokus pada transformasi pendidikan tinggi berbasis digital yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
UICI Perluas Akses Pendidikan Tinggi Berkualitas
Rektor UICI, Prof. Asep Saefuddin, menegaskan bahwa PMB Batch 10 merupakan bagian integral dari komitmen kampus untuk memperluas akses pendidikan tinggi. Ia menekankan pentingnya fleksibilitas tanpa mengorbankan standar mutu akademik.
“Indonesia adalah negara besar dengan tantangan geografis yang tidak sederhana. Pendidikan tinggi tidak bisa lagi eksklusif dan terpusat. UICI hadir sebagai kampus digital untuk memastikan siapa pun, di mana pun berada, tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas,” ujar Prof. Asep.
Prof. Asep menambahkan, UICI mengusung semangat reaching the unreachable, yaitu menghadirkan akses pendidikan bagi masyarakat yang terkendala jarak, pekerjaan, kondisi ekonomi, maupun keterbatasan lainnya.
Jalur Pendaftaran Beragam untuk Berbagai Kalangan
Jalur PMB Batch 10 UICI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi berbagai kalangan, mulai dari lulusan SMA/SMK/sederajat, profesional, pekerja, hingga masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara fleksibel. Beberapa jalur pendaftaran yang tersedia meliputi:
- Jalur Reguler
- Jalur Kerja Sama
- Jalur Prestasi & Afirmasi, yang mencakup:
- Prestasi nilai rapor
- Tahfidz
- Ketua OSIS/MPK/Ekstrakurikuler
- Influencer
- Prestasi Atlet atau Seni
- Rekomendasi KAHMI
- Yatim Dhuafa
- Keluarga Petani/Buruh/Nelayan
- Penyandang Disabilitas/Kebutuhan Khusus
- Rekomendasi Civitas Akademika UICI
- Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)
Perlu dicatat, pendaftaran melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) telah ditutup pada 23 Februari 2026. Selain itu, UICI juga membuka jalur khusus “Nama Asep” serta jalur Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di lingkup DKI Jakarta sebagai bentuk kolaborasi berbasis komunitas.
Prof. Asep kembali menegaskan bahwa fleksibilitas dalam sistem pembelajaran digital tidak berarti menurunkan standar mutu. “Teknologi sudah membuka ruang seluas-luasnya. Tinggal keberanian kita mengambil keputusan. Kuliah bisa tetap fleksibel, tetapi hasilnya harus kredibel,” tegasnya.




