Persija Jakarta secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Mauricio Souza dan seluruh jajaran staf kepelatihannya pada Selasa, 26 Mei 2026. Keputusan ini diambil setelah Macan Kemayoran gagal memenuhi target juara di Super League musim 2025/2026.

Direktur Persija, Mohamad Prapanca, mengonfirmasi perpisahan tersebut. “Kami sepakat untuk tidak melanjutkan kebersamaan karena tidak tercapainya target yang ditentukan di awal kontrak,” ujar Prapanca, menjelaskan alasan di balik keputusan manajemen.

Souza, pelatih kelahiran 13 Maret 1974, memimpin Persija selama satu musim penuh. Di bawah asuhannya, Rizky Ridho dan kawan-kawan memang mampu bersaing di papan atas, namun pada akhirnya harus mengakui keunggulan Persib Bandung dan Borneo FC dalam perebutan gelar juara.

Persija menutup musim di peringkat ketiga klasemen akhir dengan raihan 71 poin, hasil dari 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Capaian ini disebut sebagai “lumayan” untuk Persija dalam satu dekade terakhir kompetisi Liga Indonesia.

Tak hanya Souza, manajemen Persija juga melepas seluruh gerbong kepelatihan asal Brasil yang mendampinginya. Mereka adalah Italo Bartole Resende (asisten pelatih), Vitor Branco da Cruz (pelatih fisik), Gerson Rodrigues Rios (pelatih kiper), Caio Araujo (analis), dan Claudio Luzardi (interpreter).

Saat ini, manajemen Persija tengah berburu sosok pelatih baru yang dinilai tepat untuk menukangi Macan Kemayoran pada musim depan.