Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menargetkan penanganan 23.000 titik rumah dan kawasan permukiman di Kabupaten Aceh Tamiang dapat diselesaikan melalui program Padat Karya Tunai (PKT). Program ini difokuskan pada pembersihan lumpur di wilayah terdampak bencana dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Dody Hanggodo menyampaikan target tersebut saat meninjau salah satu titik pelaksanaan PKT di Aceh Tamiang pada Minggu, 24 Mei 2026. Ia menegaskan bahwa penanganan lumpur menjadi prioritas utama karena sedimentasi masih menjadi persoalan utama di wilayah tersebut sejak awal bencana terjadi.

“Saya perlu melihat urusan perlumpuran di perumahan. Hal ini penting karena di Tamiang, sejak awal kami datang memang masalah utamanya lumpur,” kata Dody.

Menteri Dody menambahkan, percepatan pembersihan lumpur melalui sistem padat karya telah melibatkan masyarakat terdampak sejak masa tanggap darurat. Lingkup pekerjaan mencakup pembersihan rumah, drainase, hingga pemulihan kawasan.

Di lokasi peninjauan, pembersihan rumah telah berlangsung selama tiga hari dengan tingkat kerusakan akibat lumpur yang cukup berat. Dody berharap pekerjaan dapat segera diselesaikan dalam satu hingga dua hari ke depan agar warga dapat kembali beraktivitas normal.

“Ini menjadi salah satu percontohan yang nanti akan kita duplikasi ke wilayah lainnya,” tambahnya.

Selain pembersihan rumah, PKT juga telah menangani pembersihan saluran drainase dengan total panjang 28.568 meter. Program ini melibatkan 16.353 tenaga kerja dengan anggaran mencapai Rp2,45 miliar.

Dody juga menyebut program serupa akan diperluas ke sejumlah daerah lain di Aceh yang terdampak bencana, termasuk Pidie Jaya dan sekitar 10 kabupaten/kota lainnya.