Banda Aceh, Minggu, 17 Mei 2026 – Layanan transportasi publik Trans Koetaradja genap berusia 10 tahun pada Mei 2026. Sejak diluncurkan pada 2 Mei 2016, bus Trans Koetaradja telah melayani lebih dari 10 juta penumpang di Banda Aceh dan Aceh Besar, dengan komitmen Pemerintah Aceh untuk mempertahankan layanan gratis.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh, Teuku Faisal, menyatakan bahwa satu dekade operasional Trans Koetaradja menjadi bukti konsistensi Pemerintah Aceh dalam mengembangkan transportasi publik. “Sepuluh tahun perjalanan ini bukan sekadar tentang waktu, tetapi tentang komitmen Pemerintah Aceh, dedikasi, dan upaya bersama dalam menghadirkan transportasi yang aman, nyaman, modern, dan berkelanjutan,” kata Faisal dalam acara Tasyakur 1 Dekade Pelayanan Trans Koetaradja di Depo Trans Koetaradja Komplek Terminal Tipe A Batoh, Rabu, 13 Mei 2026.

Faisal menegaskan bahwa layanan gratis yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu mobilitas masyarakat serta menekan beban biaya transportasi harian. “Tidak ada satu provinsi pun yang menggratiskan layanan transportasi seperti ini selama 10 tahun penuh. Dengan gratisnya layanan Trans Koetaradja, masyarakat memiliki opsi mobilitas yang terjangkau,” ujarnya.

Senada dengan Faisal, Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, turut menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk mempertahankan layanan gratis Trans Koetaradja. Hal ini bertujuan menekan biaya transportasi masyarakat dan mendorong penggunaan angkutan umum. “Saya akan sampaikan kepada gubernur, wakil gubernur, dan pimpinan DPRA agar layanan ini bisa tetap gratis. Kita berharap layanan ini bukan hanya bertahan 10 tahun, tetapi bisa sampai 20 tahun dan seterusnya tetap menjadi layanan transportasi utama masyarakat Aceh,” kata Nasir.

M. Nasir menjelaskan, penggunaan transportasi publik dapat menekan pengeluaran masyarakat yang bisa mencapai sekitar 30 persen pendapatan untuk kebutuhan transportasi harian. “Kalau masyarakat konsisten menggunakan Trans Koetaradja, pengeluaran transportasi bisa ditekan dan anggarannya dapat digunakan untuk kebutuhan lain. Ini kontribusi nyata bagi masyarakat,” paparnya.

Selain itu, M. Nasir juga mengapresiasi inovasi Dishub Aceh yang berhasil menghadirkan terobosan transportasi publik hingga mendapat perhatian nasional, termasuk saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Sejak beroperasi, Trans Koetaradja telah menjadi moda transportasi pilihan bagi pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Untuk terus meningkatkan layanan, Trans Koetaradja telah meluncurkan inovasi Q-Raja, sebuah sistem check-in menggunakan QR code, serta Kartu Raja yang disiapkan bagi penumpang yang belum terbiasa menggunakan ponsel pintar.