Operasi Ketupat Lodaya 2026 di wilayah hukum Polres Kuningan resmi berakhir pada 25 Maret. Selama 13 hari pelaksanaannya, arus mudik hingga arus balik terpantau lancar dan kondusif. Setelah operasi berakhir, Polres Kuningan melanjutkan pengamanan melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama empat hari ke depan.
Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, menjelaskan bahwa berbagai langkah strategis telah diterapkan untuk memastikan kelancaran lalu lintas. Ini meliputi pendirian pos pengamanan, pos pelayanan, hingga pos terpadu, serta penempatan personel di titik-titik rawan kepadatan.
Salah satu fokus utama adalah kelancaran arus lalu lintas menuju kawasan wisata Palutungan. Meskipun terjadi lonjakan pengunjung pasca-Lebaran, arus di area tersebut terpantau lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi pengamanan yang diterapkan.
Kepadatan lalu lintas sempat terjadi pada H+1 Lebaran di beberapa ruas jalan, seperti Cikijing, Darma, dan Ciperna. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama dan kembali normal pada H+2. Secara keseluruhan, arus lalu lintas di Kabupaten Kuningan tetap dalam kategori ramai lancar.
Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga aktif menangani sejumlah kejadian kemanusiaan. Beberapa di antaranya adalah membantu korban kecelakaan ringan dan melakukan pengawalan ibu hamil menuju rumah sakit. Seluruh penanganan tersebut berjalan cepat dan aman.
Lanjutan pengamanan melalui KRYD ini bertujuan untuk mengantisipasi sisa arus balik serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif di wilayah Kuningan pasca-arus mudik dan balik Lebaran.




