Volume sampah di Kabupaten Cirebon melonjak signifikan hingga ratusan ton per hari pasca perayaan Idulfitri. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mencatat peningkatan ini dipicu oleh aktivitas masyarakat yang tinggi, termasuk kedatangan pendatang dan pemudik yang singgah di berbagai titik.
Jika pada hari biasa volume sampah yang masuk berkisar 1.300 ton per hari, pasca Lebaran angkanya meroket mencapai 1.500 hingga 1.600 ton setiap harinya. Ini berarti ada penambahan sekitar 200 hingga 300 ton sampah per hari yang harus ditangani.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan DLH Kabupaten Cirebon, Suyanto, menjelaskan bahwa lonjakan ini tidak hanya berasal dari ruang publik. “Selain aktivitas di ruang publik, peningkatan sampah juga berasal dari rumah tangga, seperti aktivitas memasak yang lebih tinggi selama momen Lebaran,” ujar Suyanto.
Kondisi ini sempat menimbulkan antrean panjang armada pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Gunung Santri. Situasi semakin diperparah oleh curah hujan yang membuat area TPAS menjadi berlumpur dan licin, sehingga menyulitkan truk-truk sampah untuk masuk dan membongkar muatan.
Menanggapi permasalahan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cirebon segera mengambil langkah penanganan. Berkat upaya tersebut, antrean di TPAS Gunung Santri berhasil diurai dan operasional pengangkutan sampah kini telah kembali berjalan normal.




