Brighton & Hove Albion berhasil menciptakan kejutan besar di pesisir selatan Inggris setelah menumbangkan pemuncak klasemen sementara Liga Inggris, Liverpool FC, dengan skor 2-1. Danny Welbeck menjadi bintang lapangan dengan memborong dua gol, membuat The Reds harus gigit jari di kandang lawan.
Laga yang berlangsung pada Minggu, 22 Maret 2026, ini sejatinya diprediksi menjadi formalitas bagi Liverpool. Meskipun tampil tanpa bintang utama Mohamed Salah yang absen karena cedera, skuad asuhan Jürgen Klopp tetap menurunkan nama-nama elit seperti Cody Gakpo, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, dan kapten Virgil van Dijk. Penjaga gawang Giorgi Mamardashvili juga berdiri di bawah mistar, melengkapi deretan pemain mahal dengan ekspektasi tinggi untuk meraih kemenangan mudah.
Namun, sepak bola kerap menyajikan drama tak terduga. Brighton justru tampil penuh percaya diri, seolah tahu betul cara mempermalukan tim tamu. Bermodalkan kecepatan Kaoru Mitoma dan ketajaman Danny Welbeck, yang mungkin sempat diremehkan sebagai “mantan pemain besar”, The Seagulls berhasil menulis skenario kemenangan yang tak masuk akal.
Welbeck membuktikan kelasnya dengan mencetak dua gol krusial yang mengamankan tiga poin bagi Brighton. Satu-satunya gol balasan Liverpool dicetak oleh Milos Kerkez, namun gol tersebut tidak cukup untuk menyelamatkan harga diri tim yang mulai retak.
Secara statistik, Liverpool memang terlihat lebih dominan dengan penguasaan bola mencapai 53 persen. Angka tersebut mungkin meyakinkan di atas kertas, tetapi sepak bola tidak dimenangkan hanya dengan statistik. Brighton berhasil menciptakan lima peluang emas, jauh melampaui Liverpool yang hanya memiliki satu. Dalam hal tembakan, Brighton melepaskan 16 percobaan, sementara Liverpool 12. Bahkan di babak kedua, Liverpool seperti kehilangan arah serangan dan tidak menciptakan satu pun peluang, berbanding terbalik dengan Brighton yang mencatatkan tiga peluang emas dan sebelas tembakan.
Ironisnya, Liverpool yang nyaman di puncak klasemen justru tampil seperti tim papan tengah yang dilanda kepanikan. Sebaliknya, Brighton yang berada di posisi ke-10 klasemen bermain layaknya kandidat juara yang haus kemenangan, memberikan pelajaran berharga bagi sang raksasa dari Merseyside.




