Tumpukan sampah menggunung di Desa Gebang Kulon, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi sorotan pada Rabu (18/3/2026). Kondisi ini kian meresahkan warga karena menimbulkan bau menyengat dan sempat tak terangkut menjelang Idulfitri, mendorong pemerintah desa mengambil langkah penanganan mandiri.
Sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Desa Gebang Kulon itu berasal dari berbagai wilayah. Bau tak sedap yang menyebar mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, terutama mereka yang tinggal di Perumahan Mutiara Gebang.
Langkah Mandiri Pemdes Atasi Tumpukan Sampah
Kuwu Desa Gebang Kulon, Andi Subandi, menyebutkan persoalan ini terjadi karena tidak adanya pengangkutan sampah dalam beberapa waktu terakhir. Padahal, pihak desa telah berkoordinasi dan menyurati dinas terkait untuk mengatasi masalah tersebut.
Merespons kondisi yang kian mengkhawatirkan, pemerintah desa berinisiatif melakukan penanganan secara mandiri. Mereka menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk menyewa alat berat dan truk pengangkut sampah. Dalam kegiatan pembersihan tersebut, sedikitnya sepuluh truk sampah berhasil mengangkut tumpukan sampah dari TPS, mengurangi volume yang selama ini menggunung.
Asal-usul Sampah dan Harapan Penanganan Berkelanjutan
Andi Subandi juga mengatakan, sampah yang menumpuk di lokasi tersebut diduga berasal dari berbagai sumber. Mulai dari aktivitas pasar, limbah usaha, hingga pabrik-pabrik yang membuang sampah ke area tersebut. Pihak pemerintah desa sebelumnya telah memberikan peringatan kepada sejumlah pihak agar tidak membuang sampah sembarangan di wilayah TPS Desa Gebang Kulon.
Pemerintah Desa Gebang Kulon berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat untuk menangani persoalan sampah yang dinilai masih menjadi masalah di sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Selain itu, Pemdes juga mengimbau seluruh masyarakat serta pelaku usaha untuk tidak membuang sampah sembarangan, serta mengajak semua pihak bekerja sama dalam menjaga kebersihan lingkungan.



