Nama mantan pebulu tangkis nasional Nova Widianto kembali menguat sebagai kandidat pelatih utama sektor ganda campuran di Pelatnas Cipayung. Spekulasi ini muncul setelah Nova resmi berpisah dengan Federasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) usai mengabdi selama hampir enam tahun.
Kabar mengenai pendekatan PBSI terhadap Nova Widianto semakin santer terdengar menyusul keputusan induk organisasi bulu tangkis Indonesia itu untuk melepas Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo dari posisi pelatih ganda campuran.
PBSI Pastikan Kandidat Sudah Ada
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, membenarkan bahwa pihaknya telah mengantongi nama kandidat pengganti Rionny dan Amon. Proses penunjukan saat ini masih dalam tahap penyelesaian internal sebelum pengumuman resmi dilakukan.
“Saat ini kami sudah memiliki kandidat yang diproyeksikan menjadi pelatih tim utama ganda campuran Pelatnas Cipayung. Proses penunjukannya masih berjalan dan harus melalui tahapan internal yang sedang kami selesaikan,” ujar Eng Hian.
Eng Hian menambahkan bahwa PBSI ingin memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik sebelum informasi tersebut disampaikan kepada publik secara resmi.
“Kami ingin memastikan seluruh proses tersebut berjalan dengan baik sebelum diumumkan secara resmi kepada publik,” tambahnya.
Nova Widianto dan Bursa Pelatih
Nova Widianto, yang lahir pada 10 Oktober 1977, merupakan jebolan PB Tangkas dan dikenal sebagai salah satu ganda campuran terbaik Indonesia. Pengalamannya sebagai pelatih di Malaysia selama hampir enam tahun tentu menjadi nilai tambah.
Selain Nova, nama lain yang sempat masuk dalam bursa calon pelatih adalah Flandy Limpele. Flandy diketahui telah beberapa bulan membantu menangani sektor ganda campuran pratama di Pelatnas Cipayung, memberikan pengalaman yang relevan dalam pembinaan atlet muda.
Dengan mundurnya Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo, posisi pelatih ganda campuran utama di Pelatnas Cipayung menjadi kosong. Kembalinya Nova Widianto ke kancah bulu tangkis Indonesia sebagai pelatih utama sangat dinantikan, mengingat rekam jejaknya yang mumpuni baik sebagai pemain maupun pelatih.




