Pemerintah mempercepat penanganan pengungsi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini mencakup pemindahan pengungsi dari tenda ke hunian sementara serta penyerahan hunian tetap bagi warga terdampak banjir di Aceh.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan target pemerintah agar tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda saat Lebaran. “Targetnya sebelum hari raya nanti tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda. Ada dua opsi bagi pengungsi tenda, apakah ke huntara atau diberikan dana tunggu hunian,” kata Tito pada Selasa, 17 Maret 2026.

Pemerintah mendorong pemindahan pengungsi ke hunian sementara (huntara) atau melalui skema Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,6 juta untuk tiga bulan. Skema DTH ini bertujuan agar pengungsi dapat menyewa atau menempati tempat tinggal sementara yang lebih layak.

Tito Karnavian menyoroti kondisi pengungsi yang masih berada di tenda hingga memasuki bulan ketiga pascabencana. “Ini sudah masuk di bulan ketiga setelah akhir November, tidak elok kalau mereka masih di tenda,” ujarnya, menekankan perhatian serius pemerintah terhadap situasi ini.

Di samping penanganan hunian sementara, pemerintah juga mulai menyiapkan hunian tetap bagi warga terdampak bencana. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago secara simbolis menyerahkan 104 unit rumah bagi masyarakat korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Utara.

Hunian tetap tersebut berlokasi di kompleks Desa Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang. Kawasan seluas 22.400 meter persegi itu tidak hanya terdiri dari 104 unit rumah, tetapi juga dilengkapi dengan fasilitas umum berupa masjid dan balai pertemuan untuk mendukung kehidupan masyarakat.

Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa jumlah pengungsi akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra sempat mencapai lebih dari satu juta jiwa pada awal Desember 2025. Seiring dengan proses penanganan darurat dan pemulihan, jumlah tersebut terus menurun dalam beberapa bulan terakhir.

Saat ini, pengungsi yang masih tinggal di tenda di Aceh tersebar di sejumlah daerah, meliputi Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Bireuen, Nagan Raya, dan Gayo Lues. Sementara itu, di Sumatra Utara, pengungsi masih berada di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Adapun di Sumatra Barat, dilaporkan sudah tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.