Kiper tim nasional Indonesia, Emil Audero, harus menerima kenyataan pahit setelah gawangnya dua kali dibobol ACF Fiorentina pada babak pertama laga lanjutan Serie A di Stadion Stadio Giovanni Zini, Selasa (17/3/2026). Dua gol cepat tersebut tidak hanya menambah tekanan bagi Audero, tetapi juga membuat timnya, US Cremonese, terperosok ke zona degradasi.

Harapan publik tuan rumah berubah menjadi kecemasan hanya dalam waktu tujuh menit. Fiorentina tampil lebih tajam dan efektif, memanfaatkan setiap celah yang terbuka di lini pertahanan Cremonese.

Jalannya Babak Pertama

Gol pertama Fiorentina tercipta pada menit ke-25. Penyerang Fabiano Parisi berhasil memanfaatkan ruang kosong di sisi kiri pertahanan Cremonese. Ia bergerak cepat, menerima bola di dalam kotak penalti, lalu melepaskan penyelesaian yang tak mampu dijangkau Emil Audero. Bola bersarang di sudut gawang, membuat stadion seketika terdiam.

Belum sempat Cremonese menata kembali ritme permainan, petaka kedua datang hanya tujuh menit kemudian. Pada menit ke-32, penyerang Roberto Piccoli berhasil menggandakan keunggulan tim tamu. Sebuah serangan cepat membuat lini belakang Cremonese kehilangan koordinasi. Piccoli yang lolos dari pengawalan langsung menyambar peluang tersebut dan menaklukkan Audero untuk kedua kalinya.

Skor 0-2 di babak pertama membuat tekanan semakin menyesakkan bagi tim tuan rumah. Bagi Emil Audero, dua gol itu bukan sekadar angka di papan skor, melainkan simbol betapa beratnya perjuangan yang sedang dihadapi timnya di fase krusial musim ini.

Dampak Klasemen Sementara

Situasi klasemen sementara pun semakin membuat suasana di Cremona terasa mencekam. Dengan poin yang masih tertahan di angka 24, Cremonese kini terperosok ke posisi ke-18, zona merah yang selama ini mereka coba hindari mati-matian. Posisi tersebut tepat satu tingkat di bawah US Lecce yang berada di peringkat ke-17.

Sebaliknya, Fiorentina mulai menemukan napas baru. Tambahan keunggulan sementara ini membuat mereka naik ke posisi ke-16 dengan koleksi 28 poin, memberi jarak yang cukup berharga dari ancaman degradasi.

Sementara itu, dua tim lain yang masih terjebak di dasar klasemen adalah Pisa SC dan Hellas Verona FC yang sama-sama mengoleksi 18 poin. Namun bagi Cremonese, perbandingan dengan tim lain tidak lagi terlalu relevan. Yang mereka butuhkan sekarang adalah cara keluar dari tekanan dan ancaman degradasi yang semakin nyata.