Brand fashion muslim LNW Fashion terpaksa mengakhiri kerja sama endorsement dengan Inara Rusli menyusul gelombang protes dari warganet. Keputusan ini diambil setelah video promosi yang menampilkan Inara Rusli menuai kontroversi dan dianggap tidak sensitif di tengah isu yang sedang melilit mantan istri Virgoun tersebut.
Klarifikasi dan Permintaan Maaf LNW Fashion
Menanggapi reaksi negatif yang meluas, LNW Fashion merilis pernyataan resmi pada Kamis, 19 Februari 2026, mengakui adanya kekeliruan dalam komunikasi. Pihak brand menyampaikan permintaan maaf atas respons yang kurang tepat dan tidak mencerminkan standar komunikasi yang ingin mereka jaga.
Dalam klarifikasinya, LNW Fashion menegaskan bahwa balasan Direct Message (DM) yang beredar sebelumnya tidak mewakili pemilik maupun kebijakan utama perusahaan. Balasan tersebut disebut sebagai kesalahan internal yang telah dievaluasi untuk mencegah terulang kembali.
Penghentian Kerja Sama dan Penarikan Konten
LNW Fashion juga mengumumkan bahwa kerja sama endorsement dengan Inara Rusli telah resmi dihentikan. Video promosi yang sempat diunggah melalui Instagram Inara Rusli kini telah diturunkan atau di-take down.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya untuk menjaga reputasi brand di tengah tekanan publik.
Latar Belakang Kontroversi
Kontroversi bermula ketika LNW Fashion menggandeng Inara Rusli sebagai bintang endorsement. Video promosi yang diunggah melalui akun Instagram Inara Rusli memicu kemarahan warganet karena dianggap tidak sensitif. Hal ini lantaran Inara Rusli tengah terseret dalam polemik dugaan hubungan dengan Insanul Fahmi, yang juga dilaporkan oleh istri sah Insanul, Wardatina Mawa, atas dugaan perzinaan.
Warganet ramai meluapkan amarah di kolom komentar akun LNW Fashion, mempertanyakan keputusan brand busana muslim untuk menggandeng figur yang dianggap kontroversial, terutama mengingat produk yang ditawarkan membawa nilai religius.
Sebelumnya, Inara Rusli juga pernah dicopot dari jabatannya sebagai Brand Ambassador sebuah klinik kecantikan pada Desember 2025 akibat kasus yang sama.




