Tradisi Sanggring Kolak Ayam di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, kembali semarak pada Ramadhan tahun ini. Memasuki usia ke-501 tahun, panitia menyiapkan sekitar 3.000 porsi kolak ayam gratis untuk dibagikan kepada warga dan tamu yang hadir pada malam ke-23 Ramadhan.

Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) masyarakat Gresik ini menjadi daya tarik tersendiri dengan keunikan proses pembuatannya. Ketua Panitia Sanggring Gumeno, Didik, menjelaskan persiapan besar yang dilakukan untuk memenuhi ribuan porsi tersebut.

Perayaan Setengah Milenium dan Ribuan Porsi Kolak Ayam

“Sanggring tahun ini memasuki usia ke 501 tahun. Kami menyiapkan sekitar 3.000 porsi untuk para tamu dan masyarakat yang datang,” kata Didik pada Kamis (12/3/2026).

Untuk mencapai target tersebut, panitia memusatkan kegiatan di area Masjid Jami’ Sunan Dalem. Rincian bahan yang disiapkan meliputi 240 ekor ayam kampung, 225 kilogram bawang daun, 525 butir kelapa, 650 kilogram gula merah, serta 50 kilogram jinten bubuk.

Keunikan tradisi ini terletak pada aturan bahwa seluruh proses memasak hingga penyajian kolak ayam wajib dilakukan oleh para pria. Kolak ayam Sanggring dikenal memiliki cita rasa khas, perpaduan antara ayam kampung, santan, gula merah, jinten, dan bawang daun.

Rangkaian Kegiatan dan Dukungan Pemerintah

Selain pembagian kolak ayam, rangkaian kegiatan Sanggring tahun ini juga dimeriahkan dengan Sholawat Akbar. “Untuk rangkaian kegiatan Sanggring tahun ini juga diisi dengan Sholawat Akbar pada Selasa, 10 Maret 2026. Kami menghadirkan Kyai Anwar Zahid,” tutur Didik.

Pelaksanaan tradisi Sanggring tahun ini turut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Gresik. Pihak panitia berharap, tradisi ini dapat terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat, serta semakin dikenal luas hingga ke mancanegara.