Turnamen bulutangkis All England 2026 Super 1000 di Birmingham kembali menyajikan kejutan besar. Setelah tunggal putra nomor satu dunia, Shi Yu Qi dari China, tersingkir di babak 32 besar, kini giliran ganda campuran peringkat satu dunia, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, juga dari China, yang harus angkat koper lebih awal.
Pasangan Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping secara mengejutkan takluk di babak 16 besar pada Jumat, 6 Maret 2026. Mereka dikalahkan oleh ganda campuran Denmark yang tidak diunggulkan, Mads Vestergaard/Christine Busch, yang saat ini menempati peringkat ke-20 dunia.
Vestergaard/Busch berhasil membalikkan keadaan setelah kalah di gim pertama, menutup pertandingan dengan skor 18-21, 21-18, 21-17. Kemenangan ini sontak membuat Christine Busch terkejut sekaligus bahagia.
“Saya sangat senang, juga sedikit terkejut. Saya belum benar-benar memahaminya, tetapi kami sangat bahagia,” tutur Christine Busch mengungkapkan perasaannya.
Di sisi lain, tunggal putra peringkat kedua dunia, Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, akhirnya berhasil memecahkan rekor pribadinya. Juara Dunia 2023 itu untuk pertama kalinya dalam kariernya sukses melangkah ke babak perempat final All England.
Vitidsarn mengamankan tiket ke 8 besar setelah mengalahkan Toma Junior Popov dengan skor 19-21, 21-9, 21-13 di babak 16 besar. Pencapaian ini menjadi momen penting bagi Vitidsarn, mengingat ia sebelumnya enam kali selalu gagal menembus perempat final di turnamen bergengsi ini.
Dengan tumbangnya sejumlah unggulan, persaingan di All England 2026 semakin terbuka dan penuh ketidakpastian. Situasi ini menempatkan wakil Indonesia, Alwi Farhan, dalam posisi yang menarik sekaligus menantang. Sebagai salah satu ancaman baru, Alwi kini harus menghadapi tekanan dan ekspektasi di tengah atmosfer turnamen yang penuh kejutan.


