MAJALENGKA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Majalengka, termasuk Dapur Alsunah di Sukawana, Kertajati, menghadapi kendala pasokan bahan baku makanan kering untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan. Meskipun demikian, penyaluran makanan bergizi kepada 2.669 penerima manfaat tetap berjalan optimal sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).

Kesulitan bahan baku ini dipicu oleh kenaikan harga serta tingginya permintaan untuk jenis makanan kering seperti susu dan roti. Bahan-bahan ini merupakan komponen penting yang diamanatkan oleh Badan Gizi Nasional untuk program MBG.

Program MBG menargetkan seluruh penerima manfaat, termasuk kelompok B3 yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Anak sekolah juga menerima MBG dalam bentuk makanan kering selama Ramadan, dengan standar gizi dan harga yang tetap mengacu pada ketentuan BGN.

SPPG Dapur Alsunah diketahui menyusun menu yang bervariasi setiap hari. Namun, selama Ramadan, susu dan kurma selalu menjadi bagian dari paket makanan yang disalurkan.

Kepala SPPG Dapur, Muhamad Ilmi Alkausar, mengungkapkan, “setiap hari pihaknya menyalurkan MBG kepada 2.669 penerima manfaat termasuk 886 orang dari kelompok B3.”

Meski dihadapkan pada keterbatasan bahan baku, SPPG Dapur Alsunah terus berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan gizi para penerima manfaat. Langkah ini diambil untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan secara optimal sepanjang bulan suci Ramadan.