Pasangan selebriti Anang Hermansyah dan Ashanty kembali menjadi sorotan publik setelah memutuskan untuk menjual rugi rumah mewah mereka yang dikenal sebagai Istana Cinere. Properti ikonik tersebut kini ditawarkan di situs properti dengan harga Rp25 miliar, jauh di bawah tawaran yang pernah mereka tolak pada tahun 2020.

Penurunan harga jual yang drastis ini memicu spekulasi kuat mengenai kondisi finansial keluarga musisi tersebut. Kabar yang beredar luas menyebutkan bahwa Anang dan Ashanty tengah menghadapi ancaman kebangkrutan akibat serangkaian masalah bisnis dan hukum yang mendera dalam beberapa waktu terakhir.

Diterpa Badai Bisnis dan Gugatan Fantastis

Dugaan kesulitan ekonomi ini bukan tanpa alasan. Beberapa unit usaha yang dirintis pasangan ini dilaporkan telah gulung tikar. Bisnis kosmetik mereka, yang sempat tersandung kasus hukum, telah berhenti beroperasi tiga tahun lalu. Menyusul kemudian adalah penutupan gerai usaha kuliner yang kini menyisakan konflik hukum berlarut-larut.

Saat ini, Ashanty juga tengah menghadapi gugatan perdata bernilai fantastis dari mantan karyawannya, Ayu Khairo Nurisa. Ayu, yang sebelumnya dipenjara atas kasus penggelapan dana dan pemalsalan tanda tangan, menuntut ganti rugi sebesar Rp100 miliar kepada Ashanty.

Jika pengadilan mengabulkan gugatan tersebut, hasil penjualan Istana Cinere senilai Rp25 miliar dipastikan tidak akan cukup untuk menutupi kewajiban pembayaran. Kondisi ini membuat Anang dan Ashanty seolah tidak lagi mempertimbangkan nilai apresiasi properti mereka, dan dikabarkan rela menanggung kerugian demi mempercepat penjualan rumah tersebut.

Kemewahan Istana Cinere yang Kini Dijual Rugi

Padahal, rumah yang berdiri megah di atas lahan seluas 1.428 meter persegi ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan mewah. Properti bergaya Eropa klasik tersebut dilengkapi dengan 11 kamar tidur utama serta 10 kamar mandi yang tersebar di bangunan tiga lantai.

Selain jumlah kamar yang fantastis, rumah ini juga ditopang oleh pilar-pilar kokoh yang memberikan kesan elegan layaknya White House. Terdapat pula fasilitas penunjang gaya hidup papan atas seperti kolam renang pribadi, ruang pusat kebugaran, studio musik profesional, hingga area salon.

Kemegahan rumah ini menjadikannya salah satu kediaman selebriti termewah pada satu dekade lalu. Sebuah foyer yang sangat luas menyambut setiap tamu, memberikan gambaran nyata tentang kesuksesan dan kemapanan Anang beserta keluarganya di puncak karier industri hiburan saat itu.

Kenangan Pahit Manis di Balik Keputusan Berat

Di balik segala kemewahannya, rumah ini menyimpan nilai emosional yang amat mendalam bagi pasangan musisi tersebut. Anang Hermansyah mengenang, “Sepuluh tahun di sini banyak banget kenangan dari mulai yang enggak punya rumah terus kerja keras kita nyanyi itu enggak berhenti duitnya semua buat rumah.”

Ashanty juga menjelaskan bagaimana kediaman tersebut berevolusi seiring dengan perkembangan keluarga kecilnya. “Sampai ini kita sebut rumah tumbuh. Dari rumah bagus jadi tumbuh,” jelas Ashanty.

Berbagai sudut rumah ini juga merekam jejak idealisme sang pemilik dalam merancang tempat tinggal impiannya. “Ini dulu Mas Anang soksokan maunya tangga melayang. Aku bilang jangan sampai ada yang melayang. Dulu ini yang mahal nih ukiran-ukirannya, kalau sekarang mungkin udah enggak model,” ungkap Ashanty.

Tawa, canda, hingga tangis pedih pernah tertumpah ruah di kediaman yang telah dihuni sejak tahun 2013 tersebut. Namun kini, ketika terdesak oleh realitas tuntutan ekonomi dan proses peradilan yang berjalan, kenangan indah di istana tersebut tidak lagi mampu menopang kehidupan mereka.