Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah memulai persiapan jangka panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Turnamen bergengsi All England 2026, yang akan berlangsung pada 3–8 Maret mendatang, menjadi salah satu patokan awal untuk mengukur kekuatan tim Merah Putih di kancah bulutangkis elite dunia.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, mengungkapkan hal tersebut saat ditanya mengenai target di All England. Pelatih yang akrab disapa Didi itu menyatakan bahwa berdasarkan kualitas pemain saat ini, sektor ganda putra menjadi tumpuan utama untuk meraih gelar juara.

“Kalau kita melihat dari kualitas kapasitas atlet kita, tentunya yang kami bisa berharap lebih banyak itu adalah di ganda putra, ya,” ujar Eng Hian saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.

All England bukan sekadar turnamen biasa. Ajang ini masuk dalam kategori Super 1000 di kalender Federasi Bulutangkis Dunia (BWF), yang merupakan level tertinggi. Hanya 32 pemain atau pasangan terbaik dunia yang berhak tampil di sana, sehingga persaingan dipastikan sangat ketat.

Meskipun ganda putra memiliki peluang terbesar, PBSI tidak serta-merta menargetkan semua sektor harus meraih juara. Fokus utama mereka lebih kepada proses dan perkembangan performa atlet menuju Olimpiade 2028.

Eng Hian menambahkan, empat sektor lainnya—tunggal putra, tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran—juga terus dipantau progresnya. PBSI ingin melihat apakah performa mereka semakin mendekati level atas dunia atau masih memerlukan peningkatan signifikan. Harapannya, atlet yang sebelumnya hanya mampu mencapai perempat final, kini bisa berbicara lebih banyak di level elite.

Turnamen sekelas Super 1000 seperti All England ini dianggap sebagai gambaran realistis peluang Indonesia untuk meraih medali di Olimpiade mendatang. “Jadi tidak terus dari lima sektor itu kami berharap gelar semua. Kami step by step. Mana yang mempunyai peluang besar, itu bagaimana kesiapannya, bagaimana mengevaluasinya,” jelas pelatih yang sukses mengantar Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 itu.

Selain All England, PBSI juga telah menyiapkan beberapa turnamen prioritas sepanjang tahun ini, khususnya untuk tim elite. Targetnya adalah memastikan performa terbaik para atlet dapat keluar di ajang-ajang yang memang menjadi sasaran utama.