Jagat maya di Halmahera Tengah, Maluku Utara, dihebohkan dengan beredarnya informasi mengenai dugaan tindakan rudapaksa yang dilakukan oleh seorang ibu kos terhadap anak kosnya. Peristiwa ini mencuat setelah sebuah pesan berantai disertai video mesum mulai tersebar luas di grup-grup WhatsApp warga setempat pada Jumat, 13 Februari 2026.

Dalam pesan yang beredar, disebutkan bahwa dugaan rudapaksa tersebut terjadi di sebuah rumah kos yang berlokasi di kawasan Waebulen, Kecamatan Weda Tengah. Pesan tersebut juga menyertakan narasi yang mengklaim adanya pemaksaan.

“Ada kenal ini ibu kost, dpe kosan di blakang Pom Bensin Waebulen, so nae S*x kong dia paksa dpe anak kost!! (Seseorang mengenal ibu kos ini, dia tinggal di rumah kos di belakang SPBU Waebulen, jadi dia memaksa untuk berhubungan s*ks dengan anak-anak kosnya!!,” demikian bunyi kutipan dari tangkapan layar percakapan yang turut menyebar di media sosial.

Beredarnya informasi ini sontak memicu reaksi keras dari publik di Halmahera Tengah. Kemarahan dan keprihatinan meluas, khususnya di kalangan komunitas anak kos dan pemuda setempat. Banyak warganet mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kebenaran informasi yang beredar tersebut.

Hingga Senin, 23 Februari 2026, pihak kepolisian dari Polsek Weda Tengah maupun Polres Halmahera Tengah belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan kasus ini. Belum ada konfirmasi independen mengenai lokasi pasti kejadian, identitas terduga pelaku dan korban, serta status hukum dari perkara yang tengah menjadi perbincangan hangat ini.