Langkah pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus terhenti di babak 32 besar turnamen Japan Open 2026. Berlaga di Tokyo Metropolitan Gymnasium pada Selasa, 14 Juli 2026, Jonatan takluk di tangan wakil Thailand, Panitchapon Teeraratsakul.
Pemain yang akrab disapa Jojo tersebut menyerah dua gim langsung dengan skor 16-21 dan 14-21. Kekalahan ini mengejutkan mengingat status Jonatan sebagai juara All England 2024.
Jonatan Soroti Perubahan Karakter Shuttlecock
Usai pertandingan, Jonatan Christie mengungkapkan dua hal yang menjadi penyebab kekalahannya. Faktor pertama adalah perubahan karakter shuttlecock yang dinilainya berbeda dari saat sesi uji coba lapangan.
Menurut Jonatan, shuttlecock yang lebih cepat membuat lawannya, Panitchapon, lebih leluasa untuk menerapkan permainan agresifnya.
“Kondisi shuttlecock hari ini cukup berbeda dari kemarin saya tes lapangan. Hari ini jauh lebih kencang, jauh lebih cepat juga lajunya,” ujar Jonatan.
Ia menambahkan, “Jadi tadi sebenarnya sedikit mengubah cara mainnya, pola strateginya, tetapi masih kurang bisa mengatasi perubahan cara bermainnya itu.”
Agresivitas Lawan Jadi Tantangan
Selain faktor shuttlecock, Jonatan juga mengakui bahwa Panitchapon Teeraratsakul tampil sangat agresif sepanjang pertandingan. Agresivitas lawan tersebut menyulitkan Jonatan untuk mengembangkan permainannya.
Ketika Panitchapon berhasil unggul beberapa poin, Jonatan mengaku permainannya cenderung menurun, sehingga ia kesulitan untuk mengejar ketertinggalan dan membalikkan keadaan.




