Menjelang datangnya bulan suci , mengejutkan publik dengan sebuah surat terbuka yang diunggah melalui Instagram Story pribadinya. Pesan mendalam tersebut berisi refleksi, penyesalan, dan permohonan maaf atas kekeliruan yang pernah dilakukannya. Inara menegaskan bahwa tulisan ini lahir dari hati yang sedang belajar jujur pada diri sendiri, bukan dari posisi yang paling benar. Ia mengakui bahwa ketidaksengajaan maupun ketidaktahuan bisa saja melukai orang lain, dan hal tersebut bukan alasan untuk abai. “Aku menyesal bukan karena ingin dimaafkan, melainkan karena akhirnya paham, ketidaksengajaan pun bisa melukai, dan ketidaktahuan bukan alasan untuk abai,” tulis Inara Rusli.

Permohonan maaf ini tampaknya bertepatan dengan momentum ulang tahunnya yang ke-33 pada 20 Februari 2026. Alih-alih merayakan dengan pesta mewah, Inara memilih merayakannya dengan sederhana di panti asuhan anak yatim dan dhuafa bersama anak sulungnya, Starla.

Proses Mengampuni Diri Sendiri

Lebih dari sekadar meminta maaf kepada orang lain, Inara Rusli juga menyoroti pentingnya proses mengampuni diri sendiri. Ia menyebutkan bahwa permintaan maaf ini adalah langkah untuk berdamai dengan diri sendiri, belajar dari kesalahan, dan melangkah lebih ringan. “Maaf ini bukan hanya sekadar ingin dimaafkan, tapi juga langkah untuk mengampuni diriku sendiri agar aku bisa berdamai, belajar dari kesalahan, dan melangkah lebih ringan,” ungkapnya.

Inara juga menekankan bahwa ia tidak bermaksud menghapus masa lalu atau memaksa orang lain untuk lupa. Surat terbuka ini lebih merupakan pengakuan sederhana atas kekeliruannya dan kesiapannya untuk bertanggung jawab atas jejak yang telah ditinggalkan. “Ia hanya pengakuan sederhana bahwa aku keliru, aku bertanggung jawab atas jejak yang kutinggalkan dan aku ingin menjadi lebih baik, pelan-pelan, dengan kesungguhan,” tambahnya.

Konteks Hukum dan Hubungan dengan Wardatina Mawa

Permintaan maaf Inara ini muncul di tengah proses hukum yang masih bergulir terkait dugaan perzinaan dan perselingkuhan yang melibatkan dirinya, (suami ), dan Wardatina Mawa sendiri. Laporan yang diajukan oleh Wardatina Mawa tersebut telah naik ke tahap penyidikan.

Meskipun kasus hukum masih berjalan, Inara menunjukkan sikap ksatria dan siap menerima segala bentuk respons, termasuk kemungkinan tidak mendapatkan pengampunan. Ia juga sempat mengungkapkan keinginannya untuk bertemu langsung dengan pihak yang tersakiti guna menyampaikan permohonan maaf secara tatap muka, sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam surat terbukanya, Inara Rusli tidak secara spesifik menyebut nama Wardatina Mawa, namun pernyataannya mengindikasikan kesadaran akan dampak perbuatannya. Ia berharap permintaan maaf ini dapat diterima sebagai niat baik yang sedang belajar untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa dan lebih baik.