Rakyat Semakin Susah! Harta Luhut Bertambah 67 Miliar Selama Covid-19, Kok Bisa ?

  • Bagikan
Rakyat Semakin Susah! Harta Luhut Bertambah 67 Miliar Selama Covid-19
Ilustrasi: (IG @luhut.pandjaitan)

Rakyat Semakin Susah! Harta Luhut Bertambah 67 Miliar Selama Covid-19, Kok Bisa ?

Oleh : Nur Salim

Kilatnews.co- Pandemi Covid-19 selama 19 bulan sudah membuat masyarakat di seluruh dunia jadi susah. Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global kehidupan masyarakat, khususnya Indonesia semakin terjepit dan menjerit.

Covid-19 membuat masyarakat bertambah sengsara. Masyarakat banyak kehilangan pekerjaan akibat PHK. Para pelaku UMKM dibatasi mencari nafkah melalui kebijakan, mulai dari PSBB hingga PPKM. Ada sebagian masyarakat gulung tikar karena mengalami kerugian. Bantuan dari pemerintah berupa bantuan sosial, nampaknya masih belum mampu menangani persoalan tersebut. Alhasil, wajah kemiskinan mulai nampak di pelupuk mata.

Baca Juga: Dianggap Lecehkan Lambang Negara, Kreator Mural Jokowi “404 Not Found” Diburu Polisi

Baca Juga: Forum Warga Yogyakarta: Jokowi Mestinya Memikirkan Permasalahan Rakyat

Fenomena ini berbanding terbalik dengan kondisi pejabat negara. Sepertinya bagi sebagian pejabat negara, Covid-19 tidak begitu berpengaruh terhadap kehidupan ekonomi mereka. Beda dengan rakyat jelata, mencari sesuap nasi pun susah. Ironis, memang. Ada beberapa pejabat negara saat Covid-19 kekayaannya bertambah berkali-kali lipat.

Menteri Luhut Binsar Panjaitan hartanya naik 67 miliar rupiah. Naiknya harta Luhut dapat dilacak melalui  LHKPN pada 2020-2019 yang dilaporkan secara periodik. Anda dapat lihat sendiri dalam laman http://www.elhkpn.kpk.go.id/. Jangan kaget ya lihat hartanya Pak Luhut. Meskipun kita dalam keadaan susah, yang penting pejabat kita bahagia hartanya bertambah.

Naiknya harta Luhut sendiri tidak membuat saya terperangah. Ya wajar, Luhut adalah menteri yang dapat dibilang sangat dipercaya Presiden Jokowi. Dalam beberapa soal, Luhut selalu ditunjuk untuk menangani yang genting. Misalnya, dalam penanganan Covid-19 beliau ditunjuk Jokowi sebagai koordinator PPKM untuk pulau Jawa-Bali. Ya, kebijakan PPKM dimana aktivitas kita semua dibatasi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Termasuk aktivitas ekonomi kita, tidak bisa dijalankan seperti sebelumnya.

Baca Juga: Apa saja Kebijakan Jokowi yang Dianggap Kontroversi, Apa saja Iya?

Baca Juga: HARI TANI DAN REFORMA AGRARIA SEMU ALA JOKOWI

Kebijakan PPKM yang dikoordinatori Luhut ini banyak membuat para pelaku UMKM menjerit. Jelas saja, kegiatan ekonominya dibatasi, akibatnya merugi dan gulung tikar. Pada giliarannya, untuk memberi makan keluarga, keperluan pendidikan anak juga turut susah.

Tak apa-apa yang penting pejabat negaranya kaya raya. O iya, harta pejabat negara yang bertambah selama pandemi bukan hanya Pak Luhut. Harta kekayaan presiden juga turu bertambah. Lagi-lagi tak apa-apa. Biarlah yang susah tambah susah, yang kaya tambah kaya seperti lirik lagunya Bang Haji Rhoma Irama.

  • Bagikan