Modus penipuan baru dengan mencatut nama pejabat kembali meresahkan masyarakat. Kali ini, pelaku mengatasnamakan Bupati Aceh Barat, Tarmizi, untuk memperdaya warga dengan dalih memberikan sumbangan berbuka puasa bagi anak yatim. Seorang warga menjadi korban dan mengalami kerugian setelah terperdaya dengan bukti transfer palsu.

Kronologi Penipuan

Peristiwa penipuan ini terjadi pada Minggu, 9 Maret 2026, dan diungkap oleh salah seorang korban melalui sebuah video di akun TikTok Salam Weyla (@salman.salman2542) pada Senin, 10 Maret 2026. Korban menceritakan, penipuan bermula ketika ia disapa oleh seseorang melalui Facebook yang mengaku sebagai Bupati Aceh Barat.

Percakapan kemudian berlanjut ke aplikasi WhatsApp setelah pelaku meminta nomor korban. Melalui panggilan telepon WhatsApp, pelaku berbicara dengan ramah dan menyatakan niatnya untuk memberikan bantuan kegiatan berbuka puasa. Untuk melancarkan aksinya, pelaku meminta nomor rekening bank korban dengan alasan akan mengirimkan sumbangan.

Tak lama berselang, pelaku mengirimkan tangkapan layar bukti transfer senilai Rp1,8 juta. Namun, setelah itu, pelaku kembali menelepon dan mendesak korban untuk mengirimkan uang sebesar Rp500 ribu ke rekening DANA atas nama Asmuni. Pelaku beralasan uang tersebut sangat dibutuhkan untuk segera membeli kebutuhan berbuka puasa bagi anak yatim.

Merasa kasihan dan percaya dengan identitas pelaku yang mengaku sebagai bupati, korban akhirnya mengirimkan uang Rp500 ribu dari rekeningnya. Namun, saat mengecek saldo melalui ATM, korban menyadari bahwa uang Rp1,8 juta yang dijanjikan tidak pernah masuk ke rekeningnya. Bukti transfer yang dikirimkan pelaku ternyata palsu.

Setelah korban menyadari penipuan tersebut, pelaku langsung memblokir nomor WhatsApp korban, memutuskan segala komunikasi. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp500 ribu.

Modus Serupa Kerap Terjadi

Kasus penipuan dengan modus pencatutan nama pejabat atau tokoh publik bukan kali pertama terjadi. Beberapa laporan lain menyebutkan pelaku menggunakan identitas pejabat lain, mulai dari Bupati Aceh Utara, Wakil Wali Kota Banda Aceh, hingga mengaku sebagai Panglima Muda KPA/GAM, untuk meyakinkan calon korban.

Tips Menghindari Penipuan Online

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang semakin beragam. Berikut beberapa langkah penting untuk menghindari menjadi korban:

  • Jangan mudah percaya pada akun media sosial yang mengaku sebagai pejabat atau tokoh publik. Verifikasi terlebih dahulu melalui akun resmi atau sumber terpercaya.
  • Waspadai permintaan uang yang bersifat mendesak. Penipu seringkali memberi alasan darurat agar korban tidak sempat berpikir panjang.
  • Periksa mutasi rekening bank secara langsung sebelum mengirim uang. Jangan hanya percaya pada bukti transfer berupa gambar atau tangkapan layar yang bisa dimanipulasi.
  • Hindari mengirim uang ke rekening atau dompet digital yang tidak dikenal atau mencurigakan.
  • Laporkan ke pihak berwajib atau bank jika menemukan modus penipuan atau menjadi korban.

Kewaspadaan adalah kunci untuk melindungi diri dari kejahatan siber yang terus berkembang.