Gelombang kepanikan melanda warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjelang rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diisukan berlaku per 1 April 2026. Fenomena panic buying ini terlihat jelas dari antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) pada Senin (30/3/2026).
Warga berbondong-bondong mendatangi SPBU untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka sebelum harga resmi mengalami penyesuaian. Kondisi ini menciptakan suasana tegang sekaligus cemas di tengah masyarakat yang ingin mengamankan kebutuhan bahan bakar.
Berdasarkan pantauan di media sosial, antrean kendaraan roda dua dan roda empat di SPBU Jalan Ahmad Yani, Jember, memanjang hingga ke bahu jalan. Sejumlah pengendara mengaku rela menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM dengan harga yang masih normal.
Endang, salah satu warga yang ikut mengantre, mengungkapkan alasannya. “Saya sengaja isi sekarang supaya masih dapat harga normal. Kalau sudah tanggal satu pasti lebih mahal, jadi bisa hemat untuk kebutuhan lain,” ujarnya.
Kondisi ini tak hanya dipicu oleh rencana kenaikan harga, tetapi juga kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan BBM. Warga khawatir distribusi energi akan terganggu akibat situasi geopolitik global yang tengah memanas.
Kenaikan harga BBM sendiri diduga berkaitan dengan eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang berdampak pada stabilitas pasokan energi dunia.




