Wardatina Mawa menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri pada Kamis, 05 Maret 2026, terkait dugaan kasus illegal access yang dilaporkan oleh Inara Rusli. Dalam pemeriksaan tersebut, Mawa membantah tuduhan akses ilegal dan mengaku trauma setelah kembali diperlihatkan bukti rekaman CCTV yang diduga memperlihatkan perzinaan suaminya.
Bantah Akses Ilegal CCTV
Didampingi tim kuasa hukumnya, Mawa bersikap kooperatif menjawab 27 pertanyaan yang diajukan penyidik. Ia dengan tegas membantah telah melakukan akses ilegal atau menyuruh pihak lain untuk mengambil data rekaman CCTV milik Inara Rusli.
“Pada prinsipnya begini, ini kan terkait dugaan illegal access, dan kami sampaikan bahwa Mawa tidak pernah memiliki akses CCTV, Mawa tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengakses CCTV, dan Mawa juga tidak pernah mengambil akses CCTV tersebut,” ujar kuasa hukum Mawa, Fedhli Faisal, di Bareskrim Polri.
Fedhli menambahkan bahwa kliennya hanya mendapatkan informasi dari pihak ketiga mengenai keberadaan bukti dalam CCTV tersebut. “Mawa ini hanya mendapatkan informasi dari orang lain terhadap adanya bukti di dalam CCTV tersebut, gitu. Jadi kami tegaskan bahwa tidak ada kaitannya Mawa dalam illegal access perkara ini,” jelasnya.
Trauma Kembali Terpicu
Suasana pemeriksaan berubah emosional ketika Mawa kembali diperlihatkan bukti-bukti dugaan perzinaan suaminya, Insanul Fahmi, dengan Inara Rusli. Momen tersebut memicu kembali trauma lama dan menghadirkan luka batin yang belum sepenuhnya sembuh.
“Saya melapor kasus perzinaan, apalagi saya tadi baru melihat ya, melihat lagi, saya ke-trigger lagi dengan semua-semua yang kalian lakukan, perzinahannya sangat menjijikkan yang saya lihat, ya,” kata Mawa dengan nada emosional.
Mawa menegaskan bahwa ia tidak akan membagikan rekaman tersebut kepada siapapun. “Saya sendiri yang melihat. Dan nggak bakalan saya share ke siapapun. Cukup saya aja yang sakit, cukup saya aja yang hancur. Jangan anak saya yang tahu juga. Jadi tolong, tolong akui kesalahan kalian,” pintanya.
Ia juga menyayangkan sikap pihak lawan yang dinilai terus menyangkal fakta tersebut. Mawa menegaskan tidak akan mencabut laporan pidana perzinaan yang telah diajukannya.
“Maaf ya, saya selama ini udah sabar, tapi saya nggak suka dijelek-jelekkan, diperolok-olok saya. Saya manusia biasa, kalau kalian mau minta maaf, oke silakan minta maaf, ya. Tapi tolong jangan jelek-jelekkan saya terus, ya,” jelas Mawa.
Mawa menambahkan, “Saya punya harga diri, saya punya hak. Saya punya hak untuk melepaskan semuanya dan saya tidak mau sama lelaki pengkhianat. Ya, mohon maaf ya saya bilang ya, dan saya tidak mau melanjutkannya lagi.”
Kini, Wardatina Mawa memilih menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak kepolisian dan berharap kebenaran dapat terungkap secara transparan di persidangan nanti.




