Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan sikap rendah hati namun penuh keyakinan menjelang seri Moto3 Amerika 2026 yang akan berlangsung di Circuit of The Americas (COTA), Texas, Amerika Serikat, akhir pekan ini. Setelah mencetak sejarah dengan meraih podium pertama bagi Indonesia di ajang Grand Prix pada seri Moto3 Brasil 2026, Veda mengakui potensi kendala yang mungkin dihadapinya di lintasan baru.

Rider Honda Team Asia itu baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan finis di posisi ketiga pada Moto3 Brasil 2026. Kini, tantangan serupa menantinya di COTA, sebuah sirkuit yang belum pernah ia jajaki sebelumnya dalam kompetisi resmi.

Adaptasi Cepat Jadi Kunci di COTA

Karakteristik lintasan COTA yang dikenal sulit dan teknikal membuat Veda tidak ingin bersikap arogan. Pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, ini menekankan pentingnya adaptasi cepat untuk bisa tampil kompetitif.

“Menurut saya, COTA bakalan sulit karena banyak sekali tikungannya. Tapi kita lihat besok, semoga saya bisa beradaptasi,” ujar Veda, mengungkapkan pandangannya tentang sirkuit tersebut.

Meskipun minim data langsung, Veda telah mempersiapkan strategi khusus. Sama seperti saat menghadapi seri Brasil, ia memanfaatkan berbagai sumber untuk mempelajari lintasan.

“Ya, kalo saya kebanyakan belajar dari game dan video, biasanya ada video racenya, cuma itu. Kalau di Brasil, kemarin kita dapat on board dari pembalap lokal, jadi saya maksimalkan,” jelas rekan setim Zen Mitani ini.

Tantangan Teknis dan Kondisi Lintasan

Veda menyoroti kompleksitas layout COTA yang ia pelajari dari simulasi dan informasi dari pembalap lain. “Kalau saya lihat, layout dan main game MotoGP, di game susah seperti ada lintasan zigzag gitu. Saya lihat race tahun kemarin banyak jatuh, saya juga sudah bertanya kepada pembalap lain,” katanya.

Selain tikungan yang menantang, kondisi lintasan juga menjadi perhatian Veda. “Lintasannya bumpy (bergelombang), kita lihat besok, semoga saya punya feeling bagus sejak hari pertama,” tambahnya, menunjukkan harapannya untuk segera menemukan ritme terbaik.

Veda menegaskan komitmennya untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik, termasuk dengan tampil maksimal sejak babak kualifikasi demi meraih posisi start yang menguntungkan.