Pembalap Pramac Yamaha MotoGP, Toprak Razgatlioglu, mengungkapkan tantangan besar yang dihadapinya jelang debut balapnya di kelas utama. Juara Dunia Superbike tiga kali itu bahkan sempat berpikir untuk merasakan jatuh terlebih dahulu demi memahami batas kemampuan ban depan Michelin di MotoGP.

Razgatlioglu dijadwalkan melakoni balapan perdananya di MotoGP pada akhir pekan ini, tepatnya di seri pembuka MotoGP 2026, Grand Prix Thailand di Sirkuit Buriram. Namun, fase pramusim yang berat menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi pembalap asal Turki tersebut.

Dalam tes pramusim di Buriram pekan lalu, Razgatlioglu mengakhiri sesi di posisi kedua dari belakang, terpaut lebih dari dua detik dari catatan waktu tercepat. Selama tes tersebut, ia banyak memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti rekan setimnya di Pramac, Jack Miller, guna mencoba memahami area mana saja yang membuatnya tertinggal.

Toprak menjelaskan bahwa masalah utamanya terletak pada kurangnya kepercayaan terhadap ban depan. Ia merasa tidak dapat mengandalkan ban tersebut sebanyak yang bisa dilakukan oleh pembalap lain.

“Saat mengikuti Jack, saya terkejut, karena saya kehilangan banyak waktu di tikungan pertama, sektor pertama secara umum,” kata Toprak, menggambarkan kesulitannya dalam beradaptasi dengan karakter ban dan motor MotoGP.

Adaptasi terhadap mesin Yamaha MotoGP yang baru menjadi fokus utama Razgatlioglu. Dengan waktu yang semakin menipis menuju balapan perdana, pembalap berusia 27 tahun itu harus segera menemukan ritme dan kepercayaan diri penuh untuk bersaing di grid MotoGP 2026 yang menjanjikan duel tanpa ampun.