Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Prof. Rokhmin Dahuri, memimpin diskusi ekonomi bersama sejumlah tokoh di Kota Cirebon. Pertemuan ini secara khusus membahas peluang dan tantangan dalam membangkitkan perekonomian di tengah kondisi global, bertepatan dengan tahun Kuda Api.
Diskusi tersebut berlangsung pada Senin malam di salah satu kafe di kawasan Jalan Sisingamangaraja, Kota Cirebon. Hadir dalam kesempatan itu, kalangan pengusaha Tionghoa, serta tokoh politik, masyarakat, dan pemuda setempat.
Selain Prof. Rokhmin Dahuri, acara ini juga menghadirkan Denis Firmansjah, Presiden Komisaris Aditama Finance. Diskusi yang berfokus pada prospek ekonomi ini dipandu oleh Jeremi Huang, seorang pemerhati budaya Tionghoa.
Pembahasan utama dalam diskusi tersebut adalah tantangan yang dihadapi Indonesia untuk mencapai kemajuan, khususnya di tengah dinamika ekonomi global. Para peserta sepakat bahwa idealnya, pertumbuhan ekonomi nasional harus berada di atas 7 persen untuk mencapai target tersebut.
Dalam konteks lokal, sejumlah pengusaha di Kota Cirebon menyampaikan keluhan mengenai penurunan daya beli masyarakat. Kondisi ini berdampak pada penutupan banyak pusat perdagangan, termasuk di area strategis seperti Jalan Siliwangi.
Menanggapi situasi tersebut, Prof. Rokhmin Dahuri mengemukakan beberapa strategi untuk bertahan dan bangkit dari tantangan ekonomi saat ini. Strategi tersebut meliputi menjaga keberlangsungan industri yang sudah ada, serta mengembangkan potensi ekonomi baru yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat, guna menciptakan lapangan kerja.
Lebih lanjut, Prof. Rokhmin menekankan pentingnya peran pemerintah untuk berkolaborasi dengan pihak swasta. Sinergitas antara kedua belah pihak diharapkan dapat membangun industri dan berbagai sektor usaha, sehingga visi Indonesia Emas 2045 dapat terwujud dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.




