Awal babak kedua laga klasik Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Selasa, 03 Maret 2026, berlangsung kian memanas. Hingga menit ke-52, kedua tim bermain imbang 1-1 setelah Persib berhasil menyamakan kedudukan.
Tuan rumah Persebaya sempat unggul lebih dulu melalui eksekusi penalti Bruno Moreira pada menit ke-43. Gol tersebut lahir setelah pemain bernomor punggung 10 itu dengan tenang menaklukkan kiper Persib, Teja Paku Alam, dari titik putih. Bola yang meluncur ke sisi berlawanan membuat Bonek, suporter setia Persebaya, bersorak menyambut keunggulan 1-0 jelang turun minum.
Padahal, secara statistik permainan di babak pertama, Persib Bandung lebih mendominasi. Tim berjuluk Maung Bandung itu mencatatkan penguasaan bola hingga 61 persen, berbanding 39 persen milik Persebaya. Anak asuh Bojan Hodak mampu mengontrol tempo dan membangun serangan dari kaki ke kaki, namun solidnya pertahanan Persebaya membuat peluang-peluang tersebut gagal berbuah gol.
Persebaya sendiri tampil disiplin dengan garis pertahanan yang rapat dan kompak. Strategi ini memaksa Persib lebih banyak melepaskan umpan silang yang mudah dipatahkan. Ketika mendapat kesempatan menyerang, Bajul Ijo menunjukkan efektivitasnya, tidak membutuhkan banyak sentuhan untuk masuk ke area berbahaya, seperti yang terbukti dari penalti yang berujung gol.
Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan intensitas serangan. Gelandang-gelang mulai berani menusuk ke kotak penalti, sementara fullback aktif membantu serangan dari sisi lapangan. Upaya keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. Luciano Guaycochea berhasil menjebol gawang Ernando Ari pada menit ke-50, mengubah skor menjadi 1-1 dan membuat jalannya pertandingan semakin sengit.
Situasi ini menuntut respons cepat dari Persib untuk tidak hanya menguasai bola, tetapi juga menciptakan penetrasi tajam. Kecepatan transisi dan ketenangan di sepertiga akhir lapangan menjadi kunci bagi Maung Bandung untuk mencari gol kemenangan. Pelatih Bojan Hodak kemungkinan akan mempertimbangkan opsi pergantian pemain guna menambah daya dobrak di lini depan.




