Pentagon telah merilis identitas tujuh personel militer Amerika Serikat (AS) yang gugur sejak perang dengan Iran pecah, menyusul serangan militer awal yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Konflik di Timur Tengah ini dengan cepat meluas, menelan korban jiwa dari berbagai pihak.
Selain korban tewas, sekitar 140 tentara AS juga dilaporkan terluka dalam konflik tersebut. Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa sebagian besar luka bersifat ringan, dengan 108 personel telah kembali bertugas, sementara delapan lainnya mengalami luka berat.
Eskalasi konflik juga menyebabkan banyak korban di kawasan. Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 1.270 orang tewas di Iran sejak permulaan konflik. Di Lebanon, yang menjadi sasaran serangan udara Israel, kementerian kesehatan negara itu mencatat setidaknya 486 orang tewas. Sementara itu, serangan balasan Iran di kawasan Teluk dilaporkan menewaskan lebih dari 20 orang, menurut otoritas setempat.
Dari tujuh tentara Amerika yang gugur, enam di antaranya tewas dalam serangan pesawat nirawak (drone) pada 1 Maret di Kuwait. Satu personel lainnya meninggal dunia akibat luka setelah serangan di pangkalan militer AS di Arab Saudi. Pentagon menyatakan seluruh insiden yang menewaskan para tentara tersebut masih dalam penyelidikan di tengah konflik yang terus meningkat.
Profil Lengkap 7 Tentara AS yang Gugur
Benjamin Pennington
Sersan Benjamin N. Pennington, 26 tahun, berasal dari Glendale, Kentucky. Ia bergabung dengan Angkatan Darat AS pada 2017 dan awalnya bertugas sebagai spesialis logistik unit. Pada 2025, ia ditugaskan ke Space Battalion dalam Brigade Antariksa ke-1 di Fort Carson, Colorado. Pennington meninggal setelah mengalami luka akibat serangan musuh di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi, tujuh hari sebelumnya. Angkatan Darat AS menyatakan Pennington akan dipromosikan secara anumerta menjadi staf sersan.
Mayor Jeffrey O’Brien
Mayor Jeffrey R. O’Brien, 45 tahun, berasal dari Waukee, Iowa. Ia bergabung dengan Army Reserve pada 2012 sebagai perwira korps sinyal. O’Brien pernah ditugaskan ke Kuwait pada 2019 dan menerima sejumlah penghargaan militer selama masa dinasnya. Ia tewas pada 1 Maret dalam serangan pesawat nirawak (drone) di Port Shuaiba, Kuwait, yang juga menewaskan beberapa tentara lainnya.
Chief Warrant Officer 3 Robert Marzan
Chief Warrant Officer 3 Robert Marzan, 54 tahun, tinggal di Sacramento, California. Ia merupakan prajurit veteran dengan masa dinas lebih dari tiga dekade di Angkatan Darat AS. Menurut keluarganya, Marzan sebenarnya tinggal dua bulan lagi akan pulang dari penugasan terakhirnya sebelum serangan terjadi. Pentagon meyakini Marzan juga tewas dalam serangan drone di Kuwait pada 1 Maret, meski konfirmasi akhir masih menunggu pemeriksaan medis. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang putri.
Sersan Kelas Satu Nicole Amor
Sersan Kelas Satu Nicole Amor, 39 tahun, berasal dari White Bear Lake, Minnesota. Ia bergabung dengan National Guard pada 2005 sebelum pindah ke Army Reserve pada 2006 sebagai spesialis logistik. Amor pernah ditugaskan ke Kuwait dan Irak pada 2019. Ia meninggalkan dua anak yang masih bersekolah. Suaminya mengatakan Amor sebenarnya hampir pulang ke rumah sebelum serangan terjadi. Amor tewas dalam serangan drone di Kuwait pada 1 Maret.
Sersan Declan Coady
Sersan Declan Coady, 20 tahun, berasal dari Des Moines, Iowa, dan menjadi korban termuda dalam insiden tersebut. Ia bergabung dengan Army Reserve pada 2023 sebagai spesialis teknologi informasi militer. Saat bertugas di Kuwait, ia masih tercatat sebagai mahasiswa Drake University dan mengikuti kuliah secara daring. Coady tewas dalam serangan 1 Maret di Kuwait dan kemudian dipromosikan secara anumerta menjadi sersan.
Kapten Cody Khork
Kapten Cody Khork, 35 tahun, berasal dari Winter Haven, Florida. Ia bergabung dengan National Guard pada 2009 sebelum kemudian bertugas sebagai polisi militer di Army Reserve. Selama karier militernya, Khork pernah ditugaskan ke Arab Saudi, Teluk Guantanamo, dan Polandia. Ia tewas dalam serangan drone di Kuwait pada 1 Maret. Keluarganya mengatakan Khork merasa terpanggil untuk mengabdi kepada negaranya.
Sersan Kelas Satu Noah Tietjens
Sersan Kelas Satu Noah Tietjens, 42 tahun, berasal dari Bellevue, Nebraska. Ia bergabung dengan Army Reserve pada 2006 sebagai mekanik kendaraan militer. Tietjens pernah ditugaskan ke Kuwait pada 2009 dan 2019 serta menerima sejumlah penghargaan militer. Ia tewas dalam serangan 1 Maret di Kuwait. Tietjens meninggalkan istri dan seorang putra remaja. Keluarganya mengatakan ia bercita-cita suatu hari membuka studio seni bela diri sendiri.




