Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menanggapi ketatnya persaingan perebutan gelar juara BRI Super League 2025/2026 dengan rival abadi mereka, Persib Bandung. Souza mengakui bahwa dinamika rivalitas kedua tim kini menjadi bagian tak terpisahkan dari sepak bola Tanah Air.
Saat ini, Persija Jakarta menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 50 poin, sama dengan Persib Bandung yang berada di puncak. Namun, Macan Kemayoran telah memainkan 23 pertandingan, sementara Persib masih memiliki dua laga sisa untuk berpotensi memperlebar jarak.
Kemenangan terbaru Persija diraih saat melawat ke markas Malut United. Tim ibu kota berhasil menundukkan tuan rumah dengan skor 3-2 pada pekan ke-23 di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa (24/2/2026) malam WIB. Hasil ini menjaga asa Persija untuk terus menempel ketat Persib.
Tiga gol kemenangan Persija Jakarta dicetak oleh Alaeddine Ajaraie pada menit ketujuh setelah menerima umpan Bruno Tubarao, Jordi Amat di menit ke-28 berkat assist Allano Lima, serta Fabio Calonego pada menit ke-79 yang juga memanfaatkan umpan Allano Lima.
Sementara itu, Malut United hanya mampu membalas dua gol melalui aksi Ciro Alves di menit ke-77 dari umpan Frets Butuan, dan David Da Silva pada menit ke-81 yang diinisiasi oleh Yance Sayuri.
Menanggapi situasi ini, Mauricio Souza mengungkapkan tantangan yang dihadapi timnya. “Di kompetisi musim ini, kami ada beberapa masalah juga dalam pertandingan, saya tidak bisa kontrol itu. Kami harus bikin kami mendapatkan poin,” papar pelatih asal Brasil tersebut.
Souza menekankan pentingnya kontribusi maksimal dari para pemain seperti Rizky Ridho dan rekan-rekannya di sisa musim. Ia juga menyerahkan nasib juara pada takdir. “Jadi, kalau Tuhan mau kami menjadi juara pada musim ini, pasti kami menjadi juara. Kami hanya bisa mengontrol diri kami sendiri,” lanjut arsitek tim itu. “Kami tidak bisa mengontrol Persib. Kami berjalan terus untuk menang dalam setiap laga,” pungkasnya.




