Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina telah usai, meninggalkan jejak berbagai momen yang menghebohkan dunia. Mulai dari aksi atlet yang memukau, kejadian unik yang viral di media sosial, hingga kontroversi yang sempat mewarnai ajang olahraga akbar ini.
Momen Viral yang Mencuri Perhatian
Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan adalah aksi seorang bayi yang bermain dengan sapu curling mini saat orang tuanya bertanding di nomor ganda campuran. Video kelucuan sang bayi ini dengan cepat menyebar dan memicu komentar hangat dari warganet. Tak kalah menarik, atlet figure skating asal Spanyol, Tomas Yuren Guadino Sabate, berhasil memikat penonton dengan penampilannya yang memadukan gerakan skating dengan karakter Minions.
Kehebohan lain datang dari dunia seluncur es. Atlet seluncur cepat Belanda, Jutta Leerdam, menjadi sorotan setelah memenangkan medali emas nomor 1.000 meter putri dan memecahkan rekor Olimpiade. Dalam euforia kemenangannya, ia sempat membuka ritsleting pakaian kompetisinya, memperlihatkan bra olahraga. Insiden ini sempat menimbulkan perdebatan mengenai aturan pemasaran, namun Komite Olimpiade Internasional (IOC) memutuskan tidak ada pelanggaran. Momen viral ini diprediksi dapat mendongkrak nilai komersial Leerdam secara signifikan.
Kejutan tak terduga juga datang dari arena ski cross-country, di mana seekor anjing bernama Nazgul, jenis Czechoslovakian wolf dog, berlari di lintasan dan sempat dikira serigala oleh penonton. Momen singkat ini sontak menjadi viral dan memicu berbagai reaksi di media sosial.
Kontroversi yang Mengguncang Arena
Olimpiade Musim Dingin 2026 juga diwarnai sejumlah kontroversi. Salah satunya adalah dugaan kecurangan dalam tim curling Kanada saat bertanding melawan Swedia. Video yang beredar memperlihatkan dugaan pemain Kanada menyentuh batu curling melewati garis yang seharusnya dilarang, memicu perdebatan sengit mengenai sportivitas. Selain itu, isu doping yang unik juga sempat muncul, terkait dugaan atlet ski jumping yang memodifikasi tubuh untuk meningkatkan aerodinamika.
Kontroversi lain yang cukup menghebohkan adalah penempatan agen ICE (Immigration and Customs Enforcement) Amerika Serikat di Italia untuk Olimpiade. Kehadiran agen federal AS ini memicu protes keras dari warga Milan dan politisi lokal, yang menyuarakan penolakan karena rekam jejak ICE di Amerika Serikat. Pemerintah AS dan Italia menegaskan bahwa peran agen ICE bersifat non-operasional dan hanya mendukung keamanan pejabat AS.
Prestasi Gemilang Para Atlet
Di tengah berbagai momen dan kontroversi, Olimpiade Musim Dingin 2026 tetap menjadi panggung bagi para atlet untuk menunjukkan prestasi luar biasa. Atlet ski gaya bebas Tiongkok, Eileen Gu, kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih medali perak di nomor big air, menjadikannya atlet ski gaya bebas dengan medali terbanyak dalam sejarah Olimpiade. Ia juga meraih perak di nomor slopestyle.
Kontingen Tiongkok secara umum tampil gemilang, terutama di cabang freestyle skiing aerials. Wang Xindi berhasil meraih medali emas, sementara rekan setimnya, Li Tianma, meraih perunggu. Kemenangan Wang Xindi menjadi spesial karena diraih hanya dua hari setelah istrinya, Xu Mengtao, memenangkan emas di nomor aerials putri, menjadikan mereka pasangan suami istri langka yang meraih emas individual di edisi Olimpiade yang sama.
Amerika Serikat juga menunjukkan performa kuat, terutama di cabang hoki es putri yang berhasil meraih emas setelah mengalahkan Kanada dalam pertandingan dramatis. Atlet figure skating AS, Alysa Liu, juga tampil gemilang di nomor tunggal putri.
Sementara itu, Norwegia masih memantapkan posisinya sebagai pemimpin klasemen medali, didorong oleh performa konsisten di cabang ski lintas alam dan biathlon. Bintang mereka, Johannes Hoesflot Klaebo, mencatatkan sejarah sebagai atlet tersukses sepanjang masa di ajang musim dingin dengan total 10 medali emas.




