Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan progres pelebaran lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, mulai melambat signifikan. Kondisi ini terjadi setelah aliran air dari saluran irigasi di wilayah tersebut ditutup.

Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi longsoran pada Senin (9/3/2026). Ia menjelaskan, penutupan aliran air merupakan langkah krusial karena menjadi salah satu faktor utama penyebab progresifitas longsoran.

“Dengan begini, saluran ke arah lubang sudah mulai mengering, harapannya memang lubang itu tidak bertambah lebar lagi,” kata Dody di Aceh Tengah, seperti dilansir ANTARA.

Langkah penutupan saluran irigasi ini diambil berdasarkan hasil kajian awal yang mengindikasikan adanya resapan air di bawah tanah lokasi tersebut. Resapan inilah yang diduga kuat memicu pelebaran lubang secara terus-menerus.

Sebelumnya, pelebaran lubang mencapai sekitar 4–5 meter per hari, berdasarkan pemantauan menggunakan patok. Namun, sejak aliran air ditutup, progresifitas longsoran dilaporkan mulai melambat dan cenderung berhenti.

“Suspect awal kemarin kan ada resapan air di bawah yang membuat kemudian lubang melebar empat meter per hari. Sekarang kita lihat sudah mulai berkurang sekali,” ujarnya.

Dody menekankan bahwa tetesan air sekecil apa pun, termasuk dari selokan, yang terus mengalir ke dalam lubang dapat mempercepat pelebaran. Oleh karena itu, pihaknya akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menyiapkan langkah penanganan terbaik.

Solusi Jangka Panjang dan Kebutuhan Petani

Selain penutupan irigasi, Kementerian PU juga merencanakan pembangunan penahan atau penguat tanah di sekitar lubang untuk mencegah pelebaran lebih lanjut. Pengerjaan ini akan dilakukan setelah kondisi lubang dinilai stabil dan aman.

“Kita berharap dalam waktu sesingkat-singkatnya kita bisa bener benar-benar memberhentikan lubang itu hingga 100 persen,” demikian Dody Hanggodo.

Meski aliran air irigasi ditutup, Kementerian PU tetap mempertimbangkan kebutuhan air bagi petani yang berkebun di sekitar lokasi. Solusi yang disiapkan antara lain pembuatan sumur bor dan wacana pembangunan embung untuk memastikan pasokan air tetap tersedia bagi masyarakat.