Tim nasional sepak bola Iran secara resmi menyatakan mundur dari ajang Piala Dunia 2026. Keputusan mengejutkan ini diambil menyusul eskalasi serangan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah, yang memicu ketegangan geopolitik.
Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, menegaskan sikap negaranya untuk tidak berpartisipasi dalam turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam laporan yang dirilis oleh media olahraga Marca.
“Mengingat rezim korup ini telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kita tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026,” ujar Donyamali, Kamis (12/3/2026).
Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dilaporkan masih terus berupaya melakukan lobi intensif agar Iran mempertimbangkan kembali keputusannya. Mundurnya Iran tentu menjadi pukulan telak bagi penyelenggaraan Piala Dunia 2026, mengingat posisi mereka sebagai salah satu kontestan.
Dalam undian grup, Iran diketahui tergabung di Grup G bersama tim-tim kuat seperti Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Skuad berjuluk Team Melli, yang dilatih oleh Amir Ghalenoei, dijadwalkan akan melakoni pertandingan di dua kota di Amerika Serikat, yakni Los Angeles dan Seattle.
Iran berhasil mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan di babak kualifikasi. Mereka sukses menjadi juara Grup A pada putaran ketiga kualifikasi zona Asia, mengungguli Uzbekistan, Uni Emirat Arab, dan Qatar.




