Di tengah semarak bulan suci Ramadan, sebuah tradisi kuliner unik kembali hadir di Kampung Arab Panjunan, Kota Cirebon. Bubur harisah, hidangan khas Timur Tengah yang kaya rempah dan daging kambing, selalu menjadi incaran masyarakat Cirebon menjelang waktu berbuka puasa.
Bubur istimewa ini tidak diperjualbelikan, melainkan dibagikan secara gratis oleh salah satu keluarga yang telah turun-temurun melestarikan resepnya. Setiap Ramadan, rumah warga di Kampung Arab ini selalu ramai dengan aktivitas pembuatan bubur harisah, yang kini telah menjadi ikon kuliner musiman di Kota Udang.
Kelezatan Rempah dan Daging Kambing
Berbeda dengan bubur pada umumnya, bubur harisah memiliki proses masak yang unik. Selain penambahan santan, bubur ini diperkaya dengan aneka bumbu khas Timur Tengah dan rempah Nusantara. Bawang merah, bawang putih, dan ketumbar menjadi dasar, namun sentuhan istimewa datang dari jinten putih dan kapulaga.
Kombinasi rempah-rempah ini menciptakan cita rasa yang kompleks dan aroma yang sangat harum, menjadikan bubur harisah begitu kaya akan rempah. Tak hanya itu, irisan daging kambing yang empuk turut melengkapi kelezatan bubur ini, menambah kekayaan rasa yang sulit dilupakan.
Tradisi Berbagi 100 Porsi Setiap Hari
Popularitas bubur harisah yang hanya tersedia selama Ramadan ini menarik banyak warga untuk datang langsung ke lokasi pembuatannya. Mereka rela mengantre demi mendapatkan semangkuk bubur harisah gratis sebagai hidangan pembuka puasa.
Dalam sehari, tak kurang dari 100 porsi bubur harisah selalu ludes dibagikan kepada masyarakat. Distribusi dilakukan baik kepada mereka yang datang langsung, maupun disalurkan di sekitar lingkungan masjid, mempererat tali silaturahmi dan semangat berbagi di bulan penuh berkah.




